Ingin Dapat Manfaat Maksimal dari Jus Tomat? Ini Cara Tepat Mengonsumsinya
- 19 Agt 2026 13:12 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun : Selain memilih tomat yang matang dan segar, cara mengolah jus tomat juga perlu diperhatikan. Salah satunya adalah tidak langsung membuang ampas setelah tomat diblender. Ampas mengandung serat yang dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian dan mendukung kesehatan pencernaan.
Menurut Prof. Dr. Ir. Siti Nurjanah, M.Si., Ahli Gizi dan Pangan, Institut Pertanian Bogor, ampas tomat sebaiknya tidak dibuang karena masih mengandung serat yang bermanfaat bagi tubuh. Ia juga menyebutkan bahwa penambahan sedikit sumber lemak sehat, seperti minyak zaitun, dapat membantu penyerapan likopen.
Secara ilmiah, likopen memang merupakan senyawa yang larut dalam lemak. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tomat bersama sumber lemak dapat meningkatkan bioavailabilitas atau jumlah likopen yang dapat diserap tubuh. Selain itu, proses pengolahan tertentu juga dapat membuat likopen lebih mudah tersedia untuk diserap dibandingkan tomat mentah.
Cara Konsumsi Jus Tomat yang Tepat
Agar jus tomat tetap menjadi pilihan minuman yang sehat, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan:
1. Pilih tomat yang matang dan segar
Tomat berwarna merah matang umumnya memiliki kandungan likopen yang baik. Cuci tomat hingga bersih sebelum diolah, kemudian blender bersama bagian yang dapat dimakan.
2. Jangan buru-buru membuang ampas
Jika jus dibuat menggunakan blender, sebaiknya tidak perlu disaring agar serat dari tomat tetap ikut dikonsumsi. Hal ini berbeda dengan penggunaan juicer yang biasanya memisahkan sari dari ampas.
3. Hindari gula dan garam berlebihan
Jus tomat sebaiknya tidak diberi tambahan gula atau garam dalam jumlah berlebihan. Jika ingin memberikan rasa yang lebih segar, sedikit perasan jeruk nipis dapat digunakan sesuai selera.
4. Padukan dengan sumber lemak sehat
Karena likopen merupakan senyawa yang larut dalam lemak, mengonsumsi tomat bersama sumber lemak dapat membantu penyerapannya. Sedikit minyak zaitun dapat menjadi salah satu pilihan, meskipun tidak harus selalu ditambahkan ke dalam jus. Bukti penelitian menunjukkan bahwa keberadaan lemak dalam makanan dapat meningkatkan bioavailabilitas likopen
5. Sesuaikan dengan kondisi tubuh
Bagi orang yang memiliki lambung sensitif, konsumsi jus tomat saat perut kosong mungkin terasa kurang nyaman karena tomat memiliki rasa asam. Jika muncul keluhan seperti perih atau tidak nyaman, jus dapat dikonsumsi setelah makan. Tidak ada keharusan untuk meminumnya saat perut kosong agar mendapatkan manfaat nutrisinya.
Jus tomat dapat menjadi pola makan sehat, tetapi tidak ada keharusan mengonsumsinya setiap pagi. Yang lebih penting adalah menjaga pola makan dengan mengonsumsi beragam sayuran, buah, sumber protein, biji-bijian, dan lemak sehat.
Porsi juga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Takaran 150–200 ml dapat digunakan sebagai porsi minuman, tetapi kebutuhan setiap orang berbeda dan tidak ada bukti bahwa jumlah tersebut merupakan dosis khusus untuk mendapatkan manfaat likopen.
Dengan pengolahan yang tepat, jus tomat dapat menjadi pilihan minuman bergizi. Pertahankan ampasnya untuk mendapatkan serat, hindari gula dan garam berlebihan, serta pertimbangkan mengonsumsinya bersama sumber lemak sehat untuk membantu penyerapan likopen. Yang terpenting, jus tomat tetap menjadi bagian dari pola makan seimbang, bukan pengganti makanan utama atau pengobatan medis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....