Turnamen Basket 3x3 Three Warriors Competition Sukses Digelar
- 18 Agt 2026 12:14 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Turnamen basket 3x3 Three Warriors Competition (TWC) sukses digelar dengan membawa misi yang lebih luas dari sekadar pertandingan di lapangan. Kejuaraan tersebut menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan bermain basket sekaligus belajar mengelola sebuah kegiatan, mulai dari berorganisasi, menyusun anggaran, menyelesaikan persoalan hingga membangun kerja sama tim.
Pembina TWC Basket 3x3 se-Jawa Timur, Oki Sesar Crisandy OSC, mengatakan penyelenggaraan kejuaraan tersebut memang dirancang agar anak-anak tidak hanya menjadi peserta dalam sebuah kompetisi. Mereka juga dilibatkan untuk memahami bagaimana sebuah event dapat dipersiapkan dan dijalankan.
“Dari kami Orang Tua Ekstrakurikuler Basket SMPN 3 Kota Madiun, ingin mengajarkan kepada anak-anak gimana caranya membikin event,” ujar Oki.
Menurut dia, pengalaman mengelola kegiatan dapat menjadi proses pembelajaran tersendiri bagi para siswa. Mereka akan berhadapan dengan berbagai hal yang tidak selalu didapatkan ketika berada di dalam kelas maupun saat bermain basket di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak belajar mengenai cara berorganisasi, menghitung RAB, menyelesaikan masalah, hingga membangun kerja sama tim yang solid. Pengalaman itu diharapkan menjadi bekal bagi mereka, baik dalam kegiatan olahraga maupun kehidupan sehari-hari.
“Karena dari situ mereka akan belajar untuk cara berorganisasi, menghitung RAB, menyelesaikan masalah, dan tentunya bisa bekerja sama secara tim dengan solid,” kata Oki.
Di sisi lain, TWC juga membawa tujuan pembinaan olahraga basket sejak usia pelajar. Penyelenggara berharap kompetisi tersebut dapat menjadi salah satu wadah untuk menemukan dan mengembangkan calon atlet basket dari berbagai jenjang pendidikan.
Oki mengatakan pihaknya ingin mencetak calon-calon atlet basket mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA. Bukan hanya kemampuan teknis yang menjadi perhatian, tetapi juga sikap atau attitude para pemain.
“Kami ingin mencetak calon-calon atlet basket dari tingkat SD, SMP maupun SMA yang mempunyai skill baik, attitude baik dan tentunya akan membawa nama baik daerahnya masing-masing,” ujarnya.
Harapan tersebut juga diarahkan secara khusus untuk Kota Madiun. Dengan adanya kompetisi yang mempertemukan pemain dari berbagai kelompok usia, para peserta memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan mereka di tengah atmosfer kompetisi.
Format 3x3 sendiri memberikan karakter pertandingan yang berbeda dibandingkan permainan basket lima lawan lima. Permainan berlangsung dengan tempo yang lebih cepat dan menuntut pemain untuk mengambil keputusan dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat kemampuan individu sekaligus komunikasi antarpemain menjadi bagian penting dalam pertandingan.
Bagi penyelenggara, keberlanjutan kompetisi menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Oki memastikan TWC 3x3 Basket akan kembali digelar pada 2027. Pelaksanaannya direncanakan tetap berlangsung pada Agustus, bertepatan dengan momentum bulan kemerdekaan.
“Ya, bisa kami pastikan akan ada TWC 3x3 Basket lagi di tahun 2027, tentunya tetap di bulan Agustus, karena kami mengambil marwah kemerdekaan di bulan tersebut,” kata Oki.
Menurut dia, keberhasilan penyelenggaraan TWC tidak terlepas dari perjuangan dan kerja sama antara orang tua dengan anak-anak ekstrakurikuler Basket SMPN 3 Kota Madiun. Keterlibatan kedua pihak menjadi bagian penting dalam mempersiapkan hingga menyelesaikan rangkaian kegiatan.
Selain menjadi agenda kompetisi, TWC juga diproyeksikan sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027. Karena itu, penyelenggara terus membangun koordinasi dengan organisasi olahraga basket di tingkat daerah dan provinsi.
Oki menyebut panitia TWC selalu berkoordinasi dengan Perbasi Kota Madiun dan Perbasi Jawa Timur. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya agar penyelenggaraan kompetisi tetap berjalan searah dengan pembinaan basket di daerah.
TWC juga mendapat apresiasi dari Grace Evi Ekawati, yang akrab disapa Mama Evy, selaku Ketua Umum Perbasi Jawa Timur. Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi penyelenggara untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan kompetisi pada penyelenggaraan berikutnya.
Dengan rencana kembali digelar pada Agustus 2027, TWC tidak berhenti sebagai satu agenda pertandingan. Kompetisi ini diarahkan menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar sekaligus wadah untuk mengasah kemampuan atlet muda. Di dalamnya, pertandingan basket berjalan beriringan dengan proses belajar mengelola kegiatan, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, dan membangun sikap yang baik.
Bagi Kota Madiun dan para peserta dari berbagai jenjang pendidikan, keberlanjutan TWC dapat menjadi bagian dari proses panjang untuk menumbuhkan bibit-bibit basket muda. Targetnya bukan hanya menghasilkan pemain dengan kemampuan teknis, tetapi juga atlet yang memiliki attitude baik dan mampu membawa nama daerahnya masing-masing. (NK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....