Keisya, Juara 1 Muay Thai Kejurprov Jawa Timur
- 14 Agt 2026 07:35 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Prestasi membanggakan ditorehkan Keisya Fatimah Azzahra. Di usia yang baru menginjak 10 tahun, ia berhasil meraih juara pertama cabang olahraga Muay Thai dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur pada Januari 2026.
Keisya yang masih duduk di kelas 5 SDN 01 Winongo, Madiun, mengaku telah mengenal olahraga bela diri sejak usia dini. Ia mulai serius mengikuti pertandingan Muay Thai sejak berusia tujuh tahun.
“Mulai kecil, umur tujuh tahun sudah mulai tanding,” ujar Keisya dalam program Obrolan Sore Ceria.
Prestasi di Kejurprov Jawa Timur bukanlah pengalaman pertama bagi Keisya. Ia tercatat telah mengikuti sekitar 24 pertandingan. Dari berbagai pertandingan tersebut, Keisya mengaku beberapa kali meraih juara pertama maupun juara kedua.
Kecintaannya terhadap olahraga bela diri juga tidak lepas dari lingkungan keluarga. Ayah Keisya merupakan atlet pencak silat dan turut mengenalkan berbagai olahraga bela diri kepadanya. Sebelum menekuni Muay Thai, Keisya juga sempat mengikuti pencak silat.
Namun, pilihan untuk menekuni Muay Thai datang dari keinginannya sendiri. Motivasi terbesarnya adalah membuat kedua orang tuanya bangga.
“Pengin buat orang tua bangga,” kata Keisya.
Untuk mempertahankan prestasinya, Keisya menjalani latihan secara rutin. Ia berlatih sekitar dua jam setiap hari, biasanya pada sore hari setelah pulang sekolah. Latihan tersebut dilakukan secara langsung bersama sang ayah.
Menurut Keisya, latihan rutin diperlukan agar dirinya semakin lincah, gesit, sekaligus menguasai gerakan dan strategi dalam pertandingan. Meski memiliki jadwal latihan yang cukup padat, Keisya mengatakan kegiatan sekolahnya tetap berjalan dengan baik. Ia juga masih memiliki waktu untuk bermain dan beraktivitas bersama teman-temannya.
“Sekolah aman,” ujarnya.
Keisya biasanya mengambil waktu istirahat latihan pada hari Minggu. Menjelang pertandingan, ia juga menjaga kondisi tubuh, salah satunya dengan menghindari minuman es.
Menjadi atlet bela diri sejak usia dini tentu memiliki tantangan tersendiri. Keisya mengaku pernah terkena pukulan dan mengalami memar setelah pertandingan. Namun, pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti berlatih. Bagi Keisya, salah satu prinsip yang membuatnya terus bertahan adalah tidak mudah menyerah.
“Aku enggak mau gampang menyerah,” tegasnya.
Selain kemampuan bertanding, Keisya mengaku mendapatkan sejumlah nilai dari latihan Muay Thai, seperti disiplin, keberanian, kemampuan mengendalikan diri, serta belajar membagi waktu antara olahraga dan sekolah.
Dalam setiap pertandingan, Keisya juga selalu mendapatkan evaluasi dari ayahnya. Kekurangan dalam pertandingan sebelumnya menjadi bahan untuk diperbaiki pada pertandingan berikutnya.
Perjalanan prestasi Keisya tidak terlepas dari dukungan keluarga, terutama sang ayah yang sekaligus menjadi pelatihnya. Dukungan juga datang dari sekolah.
Keisya mengaku pihak sekolah biasanya memberikan apresiasi atas prestasinya, salah satunya dengan memanggilnya ke depan saat upacara. Dukungan tersebut menjadi salah satu sumber motivasi bagi Keisya untuk terus mengikuti pertandingan dan meningkatkan prestasinya.
Keisya bahkan memiliki target yang lebih tinggi. Setelah berhasil menjadi juara di tingkat provinsi, ia bercita-cita dapat menembus kompetisi hingga tingkat internasional. Jepang menjadi salah satu negara yang ingin dikunjunginya.
“(Targetnya) sampai level internasional,” ungkapnya.
Di luar Muay Thai, Keisya juga mempelajari sejumlah cabang olahraga bela diri lainnya, seperti pencak silat, boxing, kickboxing, dan MMA. Ia menyebut Mike Tyson sebagai salah satu atlet yang diidolakannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....