Keistimewaan Dua Rakaat sebelum Subuh, Ibadah Ringan dengan Keutamaan Lebih Baik
- 13 Agt 2026 15:38 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Menjelang terbitnya fajar, umat Islam memiliki kesempatan meraih keutamaan besar melalui dua rakaat salat sunnah sebelum menunaikan salat Subuh. Salat yang dikenal sebagai salat sunnah fajar, qabliyah Subuh, atau sunnah Subuh ini merupakan salah satu salat sunnah rawatib yang sangat dianjurkan.
Keistimewaan dua rakaat tersebut tidak hanya terletak pada jumlahnya yang ringan, tetapi juga pada perhatian Rasulullah SAW terhadap pelaksanaannya. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Aisyah RA, Rasulullah SAW disebut sangat menjaga dua rakaat sunnah sebelum Subuh.
Ustaz Prof. Dr. KH. M. Sutoyo, M.Ag, dalam konteks pembahasan keutamaan ibadah tersebut, menekankan bahwa seorang Muslim hendaknya tidak memandang ringan amalan yang secara lahiriah hanya membutuhkan waktu beberapa menit. "Dua rakaat sebelum Subuh merupakan kesempatan untuk mengawali hari dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT," terang Ustaz Sutoyo, Kamis, 13 Agustus 2026.
Salah satu dalil paling kuat mengenai keutamaan salat sunnah fajar adalah hadis riwayat Muslim dari Aisyah RA. Rasulullah SAW bersabda:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat salat fajar lebih baik daripada dunia dan segala sesuatu yang ada di dalamnya.”
(HR. Muslim, no. 725a).
Hadis tersebut menunjukkan betapa tinggi kedudukan dua rakaat sunnah sebelum Subuh. Nilai yang dimaksud bukan sekadar manfaat material, melainkan keutamaan pahala dan nilai ibadah di sisi Allah SWT.
Dalam riwayat lainnya, Ustaz Sutoyo menyampaikan Aisyah RA juga menerangkan bahwa Rasulullah SAW tidak lebih menjaga salat sunnah tertentu dibandingkan dua rakaat sebelum salat Subuh. "Ini menjadi gambaran kuat mengenai konsistensi Nabi Muhammad SAW dalam mengerjakannya. Ada beberapa hal yang menjadikan salat sunnah fajar memiliki kedudukan khusus," terang Ustaz Sutoyo.
Pertama, pahalanya sangat besar. Rasulullah SAW secara tegas menggambarkan dua rakaat fajar sebagai sesuatu yang lebih baik daripada dunia dan segala isinya. Dengan demikian, seorang Muslim diingatkan agar tidak menukar kesempatan beribadah dengan kesibukan duniawi.
Kedua, Rasulullah SAW sangat menjaganya. Konsistensi Nabi dalam melaksanakan dua rakaat sebelum Subuh menjadi teladan bagi umat Islam untuk membiasakan diri menjaga ibadah sunnah tersebut.
Ketiga, pelaksanaannya singkat dan ringan. Dalam hadis yang sama, terdapat penjelasan mengenai anjuran melaksanakan dua rakaat sunnah fajar secara ringkas. Rasulullah SAW juga diriwayatkan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
Keempat, menjadi pembuka aktivitas sebelum salat wajib Subuh. Dua rakaat tersebut menempatkan seorang Muslim dalam suasana ibadah sebelum menjalankan kewajiban salat Subuh.
Salat qabliyah Subuh dilakukan setelah masuk waktu Subuh dan sebelum salat fardu Subuh. Karena itu, pelaksanaannya berbeda dengan salat tahajud atau salat malam yang dilakukan sebelum masuk waktu Subuh. Jika seseorang telah berada di masjid dan salat fardu berjamaah segera dimulai, hendaknya memperhatikan pelaksanaan salat berjamaah dan tidak menyebabkan tertinggal salat fardu.
Dalam praktik masyarakat Indonesia, niat sering dilafalkan:
أُصَلِّي سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatash-shubhi rak‘ataini lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Saya berniat salat sunnah Subuh dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
Niat pada dasarnya adalah maksud di dalam hati untuk melaksanakan ibadah. Lafaz niat membantu sebagian orang dalam memantapkan niat, sedangkan yang menjadi inti adalah niat dalam hati.
Keistimewaan dua rakaat sebelum Subuh mengajarkan bahwa ukuran sebuah ibadah tidak selalu ditentukan oleh lamanya waktu yang digunakan. Dua rakaat yang dilakukan dalam waktu singkat ternyata memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana dijelaskan langsung oleh Rasulullah SAW.
Karena itu, umat Islam dianjurkan menjadikan qabliyah Subuh sebagai kebiasaan yang terus dijaga. Jangan sampai kesibukan, rasa mengantuk, atau keinginan untuk segera memulai aktivitas membuat amalan yang sangat ditekankan tersebut ditinggalkan.
Sebagaimana pesan yang dapat ditekankan Ustaz Prof. Dr. KH. M. Sutoyo, M.Ag, semangat menjaga dua rakaat sebelum Subuh bukan hanya tentang mengejar pahala, tetapi juga membangun kedisiplinan spiritual: bangun, bersuci, menghadap Allah SWT, kemudian mengawali hari dengan ibadah. Pada akhirnya, dua rakaat tersebut menjadi pengingat bahwa sesuatu yang tampak kecil di mata manusia dapat memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT. “Dua rakaat salat fajar lebih baik daripada dunia dan segala sesuatu yang ada di dalamnya.” (HR. Muslim).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....