Bahaya Tersembunyi Produk Rumah Tangga dan SLS
- 31 Jul 2026 13:22 WIB
- Madiun
Poin Utama
- Sodium Lauril Sulfat (SLS) adalah surfaktan umum dalam deterjen komersial yang tidak dapat terurai secara alami dan menciptakan limbah busa permanen di lingkungan.
- Produk pembersih rumah tangga yang dianggap praktis menyimpan bahaya tersembunyi bagi lingkungan dan kesehatan manusia yang sering terabaikan.
- Sri Wahyuningsih dari Universitas PGRI Madiun melalui acara Green Radio RRI mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya memahami komposisi bahan kimia dalam produk sehari-hari.
RRI.CO.ID, Madiun - Kesadaran akan apa yang kita gunakan di rumah ternyata menjadi isu krusial yang sering terabaikan. Dalam acara Green Radio Programa 1 RRI Madiun, Sabtu, 25 Juli 2026, dosen Teknik Kimia Universitas PGRI Madiun, Sri Wahyuningsih, S.Si., M.Si., atau akrab disapa Cici ini, mengungkap sisi lain dari produk pembersih rumah tangga yang selama ini dianggap praktis namun menyimpan bahaya tersembunyi bagi lingkungan dan kesehatan.
Salah satu zat yang menjadi sorotan tajam adalah Sodium Lauril Sulfat (SLS), bahan yang sangat umum ditemukan dalam deterjen dan sabun komersial. Cici menjelaskan bahwa zat ini berperan sebagai surfaktan, yakni bahan yang mampu menyatukan minyak dan air agar kotoran mudah terangkat, namun memiliki dampak lingkungan yang serius. "Jadi itu dia tidak bisa terurai. Kalau dalam jumlah sangat banyak... pernah ada satu daerah aliran sungai yang busanya itu enggak bisa terurai," ujar Cici saat membahas fenomena limbah busa permanen di sungai.
Selain mencemari ekosistem air, paparan langsung terhadap produk berbahan kimia keras ini juga memberikan risiko nyata bagi kesehatan kulit manusia. Penggunaan deterjen atau cairan pembersih yang tidak ramah lingkungan dapat berdampak langsung pada kondisi fisik penggunanya jika terjadi kontak berulang. "Coba deh kalau misalkan kita berinteraksi langsung dengan si deterjen itu lama-kelamaan tangan kita iritasi enggak sih? Kalau iya,deterjen ini sudah otomatis membuat skin barrier kita itu akan terkikis sedikit demi sedikit," jelasnya.
Bahaya ini sering kali tidak disadari karena masyarakat umumnya hanya berfokus pada efektivitas pembersihan produk. Cici menyoroti pola konsumsi masyarakat yang terkadang egois, di mana fokus utamanya hanyalah kebersihan rumah tanpa memedulikan ke mana limbah tersebut mengalir. Padahal, air limbah yang mengalir ke tanah dan sungai akan berputar kembali ke dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga dampak buruknya sebenarnya berbalik kepada manusia itu sendiri.
Sebagai pengguna barang kebutuhan rumah tangga, hal ini pengingat keras bagi konsumen untuk lebih jeli membaca label produk dan mulai mempertimbangkan alternatif yang lebih aman. Dengan memahami bahwa bahan-bahan tersebut memiliki rumus kimia yang berpotensi membahayakan jika digunakan secara berlebihan, konsumen diharapkan mampu memilih produk dengan bijak, baik bagi kesehatan kulit maupun kelangsungan ekosistem lingkungan sekitar.
Sebagai langkah preventif, Cici mengajak masyarakat untuk mulai beralih ke pola green living berbasis sains. Menghindari produk dengan kandungan kimia agresif dan mencari alternatif yang lebih ramah lingkungan bukan sekadar tren, melainkan bentuk tanggung jawab untuk menebus dosa terhadap alam dan menjaga keberlangsungan kesehatan bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....