Kuning Telur Bukan Musuh Kolesterol, Ini Fakta Ilmiah

  • 24 Jul 2026 15:51 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Selama bertahun-tahun, kuning telur dianggap sebagai pemicu kolesterol tinggi karena mengandung sekitar 185–200 mg kolesterol per butir. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kolesterol dari makanan bukan penyebab utama meningkatnya kolesterol jahat (LDL).

Studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition (2025) menyebutkan bahwa lemak jenuh justru lebih berpengaruh terhadap kenaikan LDL, sementara tubuh mampu menyesuaikan produksi kolesterolnya pada sebagian besar orang sehat. Ahli gizi Keith Ayoob, EdD, RD, mengatakan, sebagian besar nutrisi dalam telur ada di kuningnya.

Menghindari bagian ini berarti kehilangan vitamin A, D, E, K, kolin, serta antioksidan penting seperti lutein dan zeaxanthin. Kuning telur mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan jantung, seperti lemak tak jenuh, fosfolipid, kolin, lutein, zeaxanthin, vitamin D, vitamin B kompleks, selenium, dan zat besi.

Tinjauan sistematis yang dipublikasikan di PubMed Central (PMC) pada 2026 menunjukkan bahwa konsumsi satu butir telur utuh per hari tidak berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung pada populasi umum. Penelitian lain dalam European Journal of Clinical Nutrition juga melaporkan bahwa konsumsi telur dalam jumlah moderat dapat meningkatkan rasio kolesterol baik (HDL) terhadap kolesterol jahat (LDL), sehingga membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Meski demikian, para ahli menekankan bahwa pola makan secara keseluruhan tetap menjadi faktor utama. Pakar kesehatan masyarakat dr. Cindiawaty menyebutkan bahwa gorengan, santan kental, dan daging berlemak lebih berisiko meningkatkan kadar kolesterol dibandingkan konsumsi kuning telur dalam batas wajar.

Senada, dr. Hasjim H., SpJP, mengatakan, masalahnya bukan pada telurnya, melainkan pada pola makan keseluruhan. Karena itu, orang sehat umumnya dapat mengonsumsi 1–2 butir telur utuh per hari, sedangkan penderita kolesterol tinggi atau penyakit jantung sebaiknya membatasi konsumsi kuning telur sesuai anjuran dokter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....