Kenali 12 Bentuk Tenses Bahasa Inggris dengan Cara yang Lebih Mudah
- 20 Jul 2026 13:00 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Masih sering bingung membedakan penggunaan kalimat seperti I go, I am going, I went, atau I have gone? Kebingungan tersebut ternyata dialami banyak pembelajar bahasa Inggris. Melalui program English Program di RRI Pro 2, Minggu (19/7/2026), dosen Bahasa Inggris UKWMS Kampus Madiun, Rr. Arielia Yustisiana, S.S., M.Hum. membagikan cara sederhana untuk memahami 12 tenses dalam bahasa Inggris agar lebih mudah dipelajari dan diterapkan dalam percakapan sehari-hari.
Menurut Lia, memahami tenses tidak harus dimulai dengan menghafal rumus yang rumit. Langkah pertama adalah mengenali bahwa bahasa Inggris memiliki tiga pembagian waktu utama, yakni past (masa lalu), present (masa kini), dan future (masa depan). Ketiga waktu tersebut kemudian dipadukan dengan empat aspek, yaitu simple, continuous, perfect, dan perfect continuous, sehingga menghasilkan total 12 tenses.
"Kalau memahami konsep waktunya terlebih dahulu, belajar tenses akan terasa jauh lebih mudah dibanding langsung menghafalkan rumus," jelas Arielia.
Pada kelompok present tense, Arielia menjelaskan bahwa Simple Present digunakan untuk menyatakan fakta, kebiasaan, maupun kondisi yang bersifat permanen. Contohnya adalah I live in Madiun atau I run every day.
Tense ini umumnya menggunakan kata kerja bentuk pertama dan sering disertai keterangan waktu seperti always, usually, often, hingga never.
Sementara itu, Present Continuous digunakan untuk menunjukkan aktivitas yang sedang berlangsung saat ini maupun tren yang sedang terjadi, seperti kalimat I am speaking atau More people are running to stay healthy.
Untuk pengalaman hidup yang masih berkaitan dengan kondisi saat ini, Lia menyebut Present Perfect menjadi pilihan yang tepat. Misalnya, I have visited 10 countries so far, yang menunjukkan pengalaman hingga saat ini.
Adapun Present Perfect Continuous digunakan ketika ingin menekankan lamanya suatu aktivitas yang dimulai di masa lalu dan masih berlangsung hingga sekarang. Contohnya, I have been living in Surabaya for two years. Tense ini juga sering dipakai untuk menunjukkan dampak dari suatu aktivitas, misalnya seseorang merasa lelah setelah berlari dalam waktu lama.
Beranjak ke kelompok past tense, Lia menjelaskan bahwa Simple Past digunakan untuk menceritakan kejadian yang telah selesai di masa lalu, baik pengalaman pribadi, cerita, maupun fakta sejarah. Contohnya, I played football yesterday atau William Shakespeare wrote Romeo and Juliet.
Sementara Past Continuous menggambarkan suatu aktivitas yang sedang berlangsung ketika peristiwa lain terjadi. Misalnya, I was sitting on the sofa when I suddenly heard a strange noise.
Pada situasi yang melibatkan dua kejadian di masa lalu, Past Perfect digunakan untuk menunjukkan bahwa satu peristiwa telah selesai lebih dahulu sebelum peristiwa lainnya. Contohnya, I had already eaten. Sedangkan Past Perfect Continuous menekankan lamanya suatu aktivitas hingga titik tertentu di masa lalu, seperti I had been living in China for 10 years when I left.
Untuk pembahasan future tense, Lia menjelaskan bahwa Simple Future dengan kata will digunakan untuk keputusan spontan, janji, maupun prediksi. Sementara penggunaan going to lebih tepat untuk rencana yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Pada Future Continuous, penutur menjelaskan aktivitas yang akan sedang berlangsung pada waktu tertentu di masa depan. Contohnya, I will be having a meeting at that time.
Kemudian, Future Perfect digunakan untuk menyatakan suatu pekerjaan yang diperkirakan telah selesai sebelum batas waktu tertentu, misalnya I will have finished my project by Friday. Menurut Arielia, bentuk ini sering dipakai untuk menggambarkan target atau tenggat waktu sehingga terdengar lebih meyakinkan.
Sedangkan Future Perfect Continuous berfungsi untuk menunjukkan lamanya suatu aktivitas hingga titik tertentu di masa depan. Sebagai contoh, By next year, I will have been living in Madiun for 10 years.
Di akhir siaran, Lia mengingatkan bahwa keberhasilan mempelajari tenses tidak hanya bergantung pada hafalan rumus, tetapi juga pada pemahaman fungsi setiap tense dalam konteks komunikasi. Ia mendorong para pembelajar untuk lebih sering membaca, mendengar, serta mempraktikkan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
"Dengan memahami kapan sebuah tense digunakan, kita akan lebih percaya diri dalam berbicara maupun menulis menggunakan bahasa Inggris. Belajar tenses bukan tentang menghafal, tetapi memahami makna waktu yang ingin kita sampaikan," bebernya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....