Benarkah Kapur Barus Bisa Mengusir Tikus?
- 20 Jul 2026 12:36 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun-Kapur barus atau kamper sudah lama dipercaya masyarakat Indonesia sebagai cara ampuh mengusir tikus dari rumah, gudang, hingga lumbung padi. Namun benarkah klaim tersebut didukung bukti ilmiah, atau sekadar mitos yang turun-temurun?
Kapur barus umumnya mengandung zat aktif naftalena atau paradiklorobenzena yang melepaskan aroma sangat menyengat melalui proses sublimasi (berubah langsung dari padat menjadi gas). Bahan ini awalnya dirancang khusus untuk mengusir dan membasmi serangga seperti ngengat perusak pakaian, bukan hewan pengerat.
Secara ilmiah, kapur barus tidak bisa diandalkan sebagai pengusir tikus yang efektif dan permanen. Berikut alasannya:
- Dosis tidak cukup: Kadar zat aktif dalam kapur barus yang dijual bebas terlalu rendah untuk mengganggu tikus secara signifikan. Dibutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi—yang justru berbahaya bagi manusia—untuk membuat tikus benar-benar menjauh.
- Tikus cepat beradaptasi: Meski awalnya merasa terganggu dengan bau menyengat, tikus akan terbiasa dalam waktu beberapa hari hingga minggu. Jika masih ada sumber makanan dan tempat berlindung, mereka akan kembali berkeliaran.
- Tidak menghilangkan sumber masalah: Kapur barus hanya mengganggu penciuman, tidak menutup celah masuk, tidak menghilangkan sarang, dan tidak memutus akses makanan tikus.
- Bukti penelitian: Studi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada perilaku dan konsumsi pakan tikus yang diberi paparan kapur barus dibandingkan kelompok biasa.
Menurut Tim Stock, Ahli Pengendalian Hama dari OSU Extension School IPM Program, penggunaan kapur barus untuk tikus adalah kesalahan umum. Bahan ini efektif untuk serangga, tetapi tidak bekerja baik pada hewan berukuran lebih besar seperti tikus.
dr. Yudha Pratama, Sp.Par, Konsultan Kesehatan Lingkungannmenambahkan bahwa kapur barus mungkin membuat tikus menghindari satu titik tertentu untuk sementara, tapi tidak akan membuat mereka pergi dari rumah secara keseluruhan. Tikus hanya akan mencari jalur lain yang tidak berbau.
Alih-alih aman, penggunaan kapur barus untuk mengusir tikus justru membawa risiko kesehatan, jika dipergunakan secara berlebihan, dan resikonya antara lain:
- Menyebabkan iritasi mata, hidung, tenggorokan, sakit kepala, hingga mual jika terhirup terus-menerus.
- Berbahaya bagi penderita defisiensi enzim G6PD, bisa memicu pecahnya sel darah merah (anemia hemolitik).
- Sangat berisiko bagi anak kecil, lansia, ibu hamil, dan hewan peliharaan jika tertelan atau terpapar dalam ruang tertutup.
Solusi Mengusir Tikus yang Benar dan Terbukti, Para ahli menyarankan cara berikut yang jauh lebih efektif dan aman:
- Bersihkan sumber daya: Tutup rapat makanan, buang sampah setiap hari, dan jangan biarkan sisa makanan berserakan.
- Tutup akses masuk: Sumbat celah dinding, saluran air, dan lubang ventilasi dengan kawat baja atau semen.
- Gunakan perangkap mekanis: Perangkap jepret atau lem lebih tepat sasaran dan tidak beracun.
- Panggil profesional: Jika populasi sudah banyak, hubungi jasa pengendalian hama bersertifikat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....