Tidak Bertatap Muka Picu Netizen Lebih Berani Menghakimi

  • 15 Jul 2026 18:56 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Kemudahan berinteraksi di media sosial ternyata menjadi salah satu faktor yang membuat pengguna lebih berani menghakimi orang lain. Tidak adanya kontak langsung membuat sebagian netizen merasa bebas menyampaikan pendapat tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Hal tersebut disampaikan Pegiat Literasi, Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si. saat membahas fenomena komentar negatif yang kerap muncul di berbagai platform media sosial. Menurutnya, interaksi digital memiliki karakter berbeda dibandingkan komunikasi tatap muka.

Linda, yang juga merupakan Dosen UNIPMA ini, menjelaskan bahwa saat seseorang tidak melihat ekspresi, kondisi psikologis, maupun reaksi lawan bicara secara langsung, tingkat empati cenderung menurun. Situasi tersebut membuat komentar yang muncul sering kali lebih tajam dibandingkan percakapan langsung.

“Ketika orang tidak bertatap langsung, tidak melihat matanya dan tidak melihat unsur psikologisnya, itu bisa lebih parah,” katanya.

Ia juga menyoroti adanya dukungan dari komentar-komentar sejenis yang membuat seseorang merasa pendapatnya benar. Kehadiran akun anonim, akun palsu, hingga buzzer semakin memperkuat keberanian sebagian pengguna untuk menyerang pihak lain.

Menurut Linda, banyak orang akhirnya ikut memberikan komentar karena merasa mendapat legitimasi dari pengguna lain yang memiliki pandangan serupa. Padahal belum tentu komentar tersebut didasarkan pada informasi yang valid.

“Adanya komen-komen sejenis itu semakin menguatkan. Orang merasa tidak cuma dirinya yang berkomentar seperti itu,” ujarnya.

Karena itu, Linda mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati sebelum ikut terlibat dalam arus opini publik. Ia menilai kemampuan berpikir kritis menjadi bekal penting agar pengguna media sosial tidak mudah terbawa suasana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....