Ustadzah Siti Amiroh Ajak Umat Islam Menjaga Kebersihan Hati dari Hasad

  • 06 Jul 2026 13:37 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Penyakit hati berupa hasad atau dengki dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia maupun latar belakang. Karena itu, umat Islam diajak untuk senantiasa menjaga kebersihan hati agar tidak terjerumus dalam sifat yang dapat merusak keimanan dan amal perbuatan.

Ustadzah Siti Amiroh, S.Ag., M.Pd.I. mengatakan Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kebersihan hati. Sebab, hati merupakan pusat keimanan sekaligus sumber lahirnya setiap amal manusia.

"Kerusakan amal sering kali bukan berawal dari perbuatan yang tampak, tetapi dari sikap batin yang tersembunyi. Salah satu penyakit hati yang paling berbahaya adalah hasad, dan sifat ini bisa menyerang siapa saja, dari berbagai kalangan maupun usia," ujarnya dalam acara Mutiara Pagi Pro 1 RRI Madiun, Senin 29 Juni 2026

Ia menjelaskan, hasad adalah rasa iri yang disertai keinginan agar nikmat yang dimiliki orang lain hilang. Bahkan, seseorang yang memiliki sifat hasad akan merasa sedih ketika melihat orang lain memperoleh kebahagiaan dan justru merasa senang saat orang lain tertimpa musibah.

"Menurut Imam Al-Ghazali, hasad merupakan rasa iri yang menginginkan hilangnya kenikmatan dari orang lain. Sifat ini juga menjadi salah satu ciri kemunafikan, yakni ketika apa yang tersimpan di dalam hati tidak sejalan dengan apa yang ditampakkan," jelasnya.

Siti Amiroh menambahkan, larangan terhadap sifat hasad telah dijelaskan dalam Al-Qur'an, salah satunya melalui Surah An-Nisa ayat 54. Ayat tersebut mengingatkan tentang sikap dengki kaum terdahulu terhadap karunia yang Allah SWT berikan kepada orang lain.

Menurutnya, kisah dalam Al-Qur'an menunjukkan bahwa sifat hasad telah ada sejak awal sejarah manusia. Rasa dengki muncul ketika iblis menolak menerima penciptaan Nabi Adam AS sebagai makhluk yang dimuliakan Allah SWT.

Tak hanya itu, hasad juga menjadi latar belakang terjadinya pembunuhan pertama di muka bumi, yakni ketika Qabil membunuh saudaranya, Habil, karena didorong oleh rasa iri dan dengki.

"Peristiwa tersebut menjadi pelajaran bahwa hasad bukan sekadar perasaan yang disimpan di dalam hati. Jika tidak dikendalikan, sifat ini dapat berkembang menjadi perilaku yang merugikan bahkan membawa kepada dosa besar," katanya.

Ia mengimbau umat Islam untuk senantiasa melakukan introspeksi diri, memperbanyak rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT, serta mendoakan kebaikan bagi sesama agar hati terhindar dari penyakit hasad.

Dengan menjaga kebersihan hati, setiap muslim diharapkan mampu membangun hubungan yang harmonis dengan sesama, memperkuat keimanan, dan menjalankan amal ibadah dengan penuh keikhlasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....