Remote Working Tingkatkan Kesejahteraan Psikologis dan Produktivitas Karyawan

  • 06 Jul 2026 11:18 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Sistem kerja remote working semakin menjadi pilihan berbagai perusahaan seiring perubahan pola kerja pascapandemi COVID-19. Fleksibilitas dalam menentukan tempat dan waktu bekerja dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan psikologis sekaligus meningkatkan produktivitas karyawan.

Psikolog dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Dr. Desak Nyoman Arista Retno Dewi, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa remote working merupakan sistem kerja yang memungkinkan karyawan menjalankan tugas secara fleksibel, baik dari sisi lokasi maupun waktu.

Menurutnya, tren ini mulai berkembang sejak masa pandemi ketika masyarakat diwajibkan menjaga jarak dan banyak perusahaan menerapkan kebijakan work from home (WFH). Namun kini konsep tersebut telah berkembang menjadi lebih luas.

"Work from home sebenarnya hanya salah satu bentuk dari remote working. Sekarang ada yang bekerja dari rumah, kafe, atau dari mana saja (work from anywhere). Intinya, pekerjaan tetap bisa diselesaikan di luar kantor dengan pengaturan waktu dan lokasi yang lebih fleksibel," ujar Desak.

Ia menuturkan, fleksibilitas tersebut memberikan ruang bagi pekerja untuk mengatur ritme kerja sesuai kebutuhan. Berdasarkan berbagai hasil penelitian, kondisi ini berdampak positif terhadap kenyamanan dan motivasi kerja.

"Orang menjadi lebih nyaman dalam bekerja, lebih termotivasi, dan lebih puas karena dapat mengatur sendiri pekerjaan yang harus diselesaikan. Dampaknya, secara psikologis mereka merasakan tingkat kesejahteraan atau well-being yang lebih baik," jelasnya.

Tak hanya menguntungkan bagi individu, sistem remote working juga memberikan manfaat bagi perusahaan. Desak mengatakan, pekerja yang memiliki kondisi psikologis lebih baik cenderung lebih mampu mengelola stres dan emosi sehingga dapat bekerja secara optimal.

"Karyawan yang lebih sejahtera secara psikologis biasanya menunjukkan produktivitas yang lebih tinggi. Hal itu berdampak pada pencapaian target kerja maupun indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI) yang menjadi lebih optimal," katanya.

Meski demikian, penerapan remote working tetap membutuhkan manajemen kerja yang baik agar fleksibilitas yang diberikan mampu menghasilkan keseimbangan antara kesejahteraan karyawan dan pencapaian tujuan organisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....