MI Islamiyah Madiun Juarai Lomba Melati Losida
- 03 Jul 2026 15:48 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Masiun – MI Islamiyah 01 Kota Madiun berhasil meraih juara dalam Lomba Melati Losida (Menanami Lahan Tidur dan Mengolah Limbah Organik Sisa Dapur) tingkat Kota Madiun. Prestasi tersebut diperoleh melalui berbagai inovasi ramah lingkungan yang diterapkan langsung di lingkungan sekolah.
Guru IPAS MI Islamiyah 01 Kota Madiun, Dian Maduratna Sari, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut berawal dari pemanfaatan fasilitas sekolah seperti greenhouse dan kebun mini yang telah dimiliki sebelumnya. Ketika lomba digelar pada Agustus 2025, sekolah diminta menampilkan sedikitnya lima inovasi yang memiliki dampak nyata.
"Kami memanfaatkan apa yang sudah ada di sekolah. Tantangannya adalah bagaimana menghasilkan sesuatu yang berbeda tetapi tetap bermanfaat," ujarnya saat siaran obrolan Sore Ceria PRO 2 RRI Madiun, kemarin.
| Baca juga: SMPN 9 Madiun Juara 2 Musik Tradisi FLS3N |
Lima inovasi tersebut meliputi sistem hidroponik "Gabule to Plant Water Spinach" yang menggabungkan budidaya lele dan kangkung dalam satu galon, hidroponik seledri yang diolah menjadi minuman kesehatan "Selena" (Seledri dan Nanas), budidaya terong dengan mini biopori untuk mengolah sampah organik produksi pakan ternak dari maggot kering bernama "Promaker" (Protein Magot Kering), serta pupuk organik cair (POC) berbahan air cucian beras dan kulit daun bawang.
Menurut Dian, seluruh inovasi yang dikembangkan di MI Islamiyah 01 Kota Madiun menerapkan prinsip ekonomi sirkular. Limbah organik diolah kembali menjadi berbagai produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi.
"Hampir semuanya berasal dari limbah sekolah. Sampah dapur menjadi pupuk dan pakan maggot, maggot menjadi pakan lele, hasil panen kemudian diolah lagi menjadi produk yang bisa dimanfaatkan," katanya.
Guru Bahasa Indonesia, Dwi Ratnasari, menambahkan bahwa selain aspek lingkungan, lomba juga menilai kemampuan peserta dalam menyusun laporan dan mendokumentasikan inovasi secara sistematis. Keberhasilan MI Islamiyah 01 dinilai tidak hanya karena kreativitas produk, tetapi juga karena seluruh inovasi telah diterapkan secara nyata, bahkan beberapa produk seperti jus Selena, balado terong "Balarong", dan Promaker sudah mulai dipasarkan secara terbatas.
Sekolah berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengelola limbah menjadi sesuatu yang lebih bernilai.
“Kebetulan kita itu ini masuk Adiwiata Mandiri. Kita ada bertahap tiga provinsi nasional sekarang kita ke Mandiri,” jelas Dian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....