Pola Love Bombing, Berakhir Berkurangnya Perhatian hingga Ghosting
- 29 Jun 2026 01:56 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Fenomena love bombing kerap diawali dengan perhatian yang intens, namun tidak sedikit yang berakhir dengan perubahan sikap secara drastis. Hal tersebut diungkapkan psikolog Andi Cahyadi, M.Psi. Saat siaran obrolan Jaga Malam PRO 2 RRI Madiun.
Andi menjelaskan, pelaku love bombing biasanya memberikan perhatian maksimal pada tahap awal hubungan untuk memperoleh hati seseorang. Namun setelah hubungan terjalin, perhatian tersebut perlahan menurun.
"Intensitas komunikasi mulai berkurang, perhatian semakin sedikit, bahkan pada beberapa kasus berujung ghosting," katanya.
Menurutnya, perubahan itu terjadi karena hubungan dibangun berdasarkan ketertarikan yang instan, bukan melalui proses saling mengenal secara mendalam. Ketika pelaku mulai menemukan kenyataan yang tidak sesuai ekspektasi, rasa penasaran berkurang dan perhatian pun ikut memudar.
Meski demikian, Andi menegaskan bahwa tidak semua kasus love bombing akan berakhir dengan ghosting. Ada pula hubungan yang tetap bertahan apabila kedua pihak menemukan kecocokan dan membangun komunikasi yang sehat.
“Kalau love booming kayaknya cuma untuk ngedapatin aja. Udah dapat, ya udah. Nah, kalau misalnya cocok, kalau saya bilang ini unsur bejo bejan gitu ya. Kalau ketemunya yang bagus ya mungkin ini akan lanjut”, jelas Andi.
Ia juga mengingatkan bahwa hubungan yang diawali dengan manipulasi berpotensi berkembang menjadi hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship. Kondisi ini terutama dapat terjadi apabila salah satu pihak terus menggunakan perhatian sebagai alat untuk mengendalikan pasangannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....