Muharram: Antara Doa dan Aksi Nyata, Belajar dari Lapangan Hijau dan Sawah
- 24 Jun 2026 07:43 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai waktu memperbanyak doa, tetapi juga menjadi titik awal untuk memperkuat ikhtiar dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan H. Kusnan, M.Ag dalam Dialog Mutiara Pagi RRI Madiun bertema “Muharram: Antara Doa dan Aksi Nyata”.
Menurut H. Kusnan, Muharram merupakan bulan yang tepat untuk melakukan refleksi diri sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara memohon pertolongan kepada Allah SWT dan berusaha secara maksimal dalam mencapai tujuan.
“Doa adalah kekuatan spiritual yang sangat penting, tetapi doa harus dibarengi dengan aksi nyata. Seorang muslim tidak cukup hanya berharap tanpa bekerja dan berusaha,” ujarnya, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia mengutip firman Allah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11 yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” Ayat ini menjadi landasan bahwa perubahan harus diawali dengan usaha dan kemauan untuk berbenah.
Dalam dialog tersebut, H. Kusnan juga mengaitkan pesan Muharram dengan pertandingan sepak bola dunia yang baru saja tersiar, ketika tim nasional Ghana menahan imbang Inggris dengan skor 0-0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dalam sebuah pertandingan, doa dan harapan saja tidak cukup. Setiap pemain harus berlatih keras, menerapkan strategi, menjaga disiplin, dan bekerja sama di lapangan. Meski Inggris lebih diunggulkan, Ghana mampu menunjukkan perlawanan yang kuat sehingga pertandingan berakhir tanpa gol.
“Dalam sepak bola, kemenangan tidak datang hanya karena keinginan. Ada latihan, strategi, dan kerja keras. Begitu pula dalam kehidupan, doa harus dibuktikan dengan usaha,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memberikan contoh sederhana dari kehidupan petani. Seorang petani yang menginginkan hasil panen melimpah tidak cukup hanya berdoa agar sawahnya subur. Ia harus mengolah tanah, memilih bibit unggul, memupuk tanaman, mengendalikan hama, serta merawat tanaman hingga masa panen tiba. Setelah seluruh ikhtiar dilakukan, barulah ia bertawakal kepada Allah SWT.
Prinsip tersebut selaras dengan ajaran Islam bahwa manusia akan memperoleh hasil sesuai dengan usaha yang dilakukannya. Sebagaimana firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 39, “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
H. Kusnan menambahkan bahwa Muharram mengajarkan semangat hijrah, yakni berpindah dari kondisi yang kurang baik menuju keadaan yang lebih baik. Hijrah tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam etos kerja, kedisiplinan, pendidikan, dan kontribusi sosial.
“Jika ingin kehidupan lebih baik, jangan hanya memperbanyak doa. Jadikan doa sebagai energi untuk bergerak, bekerja, dan berkarya,” katanya.
Keberhasilan tidak lahir dari harapan semata, melainkan dari perpaduan antara keyakinan kepada Allah SWT dan kerja keras yang sungguh-sungguh. Sebagaimana petani yang tekun menggarap sawahnya dan tim sepak bola yang gigih berjuang di lapangan, setiap usaha yang dilakukan dengan niat baik akan membuka jalan menuju hasil terbaik atas izin Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....