Mitos dan Gaib Sebagai Rambu Sosial Masyarakat Jawa

  • 20 Jun 2026 17:36 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, MADIUN – Kepercayaan terhadap hal-hal gaib dalam budaya Jawa memiliki fungsi yang lebih luas dibanding sekadar menakut-nakuti masyarakat. Hal itu disampaikan sejarawan Historia van Madioen (HVM),

Septian Dwita Kharisma, saat menjadi narasumber obrolan Jaga Malam PRO 2 RRI Madiun. Menurutnya, berbagai mitos yang berkembang di masyarakat sejatinya berfungsi sebagai rambu sosial untuk menjaga etika, tata krama, serta hubungan manusia dengan lingkungan.

“Gaib itu sebenarnya berfungsi menjaga aturan manusia. Menjadi wewanti agar manusia tidak berlebihan dalam menjalani kehidupan,” katanya.

Ia mencontohkan berbagai larangan yang diwariskan turun-temurun, seperti pantangan keluar rumah pada waktu tertentu. Dalam banyak kasus, larangan tersebut memiliki alasan praktis yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat pada masa lalu.

Sejumlah lokasi di Madiun kerap dikaitkan dengan cerita mistis yang berkembang di masyarakat. Beberapa lokasi yang disebut antara lain Sendang Gayam di Kartoharjo, kawasan Bosbow, bekas Penjara Kecil Madiun, hingga kompleks Bakorwil. Menurut Septian, aura mistis suatu tempat sering kali tidak terlepas dari sejarah panjang yang pernah terjadi di lokasi tersebut. Ia menilai bangunan tua yang kurang terawat juga dapat memunculkan kesan angker karena bentuk fisiknya yang kusam dan jarang dikunjungi masyarakat.

“Cerita hantu yang berkembang di masyarakat turut membentuk persepsi bahwa tempat itu angker,” ujarnya

Septian menegaskan bahwa pendekatan sejarah tetap harus berdasarkan bukti ilmiah dan sumber yang dapat diverifikasi. Namun, keberadaan mitos tetap penting dipahami sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa yang mengandung nilai pendidikan sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....