Keutamaan Tawakal, Menemukan Ketenteraman Jiwa
- 14 Jun 2026 15:27 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Di tengah dinamika kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian, tekanan psikologis seperti stres dan rasa kecewa mendalam sering kali melanda individu yang belum berhasil mencapai tujuannya. Ustaz Shofar, S.Pd.I., SM., menjelaskan dalam program Mutiara Pagi, di RRI Madiun bahwa dibutuhkan tindakan untuk menjadikan kita lebih tawakal dalam menghadapi kondisi tersebut.
Menerapkan nilai- nilai tawakal tentu akan membantu kita untuk mendapatkan banyak keutamaan. Lebih lanjut keutamaan tersebut juga berdampak langsung pada stabilitas mental maupun spiritual setiap individu.
“Keutamaan paling mendasar dan utama dari sikap tawakal adalah lahirnya ketentraman dan ketenangan jiwa yang hakiki,” jelas Ustaz Shofar. Lebih lanjut bahwa ketika seseorang menerapkan tawakal sejak awal, maupun ketika menjalani proses, hingga hasil akhir pekerjaannya, maka hati akan memiliki benteng yang kokoh terhadap kekecewaan, atau hasil yang mungkin tidak selalu sesuai dengan harapan.
Ustaz Shofar juga mengungkapkann bahwa akan berbeda dengan individu yang hanya mengandalkan kekuatan materi atau kecerdasan pribadinya. Orang yang bertawakal tidak akan terguncang secara psikologis ketika hasil di lapangan tidak sesuai dengan ekspektasi. Kedamaian batin ini muncul karena adanya keyakinan penuh bahwa Allah SWT yang akan pasti menjamin dan mengatur jalannya kehidupan. Keutamaan berikutnya yakni hadirnya cinta dari Allah SWT.
“Selanjutnya yang kedua, orang tawakal itu adalah hamba yang dicinta oleh Allah. Bahkan seperti tertuang pada penggalan ayat dalam Surah Ali- Imran yakni "Innallaha yuhibbul mutawakkilin" (إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ) yang artinya sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.
Pada penggalan ayat tersebut menegaskan bahwa Allah sangat mencintai orang-orang yang bertawakal. Menolak atau mengabaikan konsep tawakal dalam kehidupan sehari- hari sama saja dengan menjauhkan diri dari limpahan kasih sayang dan perhatian khusus dari Allah SWT.
Ketenteraman jiwa yang lahir dari keutamaan tawakal ini juga tentu menjadi alat penenang saat manusia berhadapan dengan ketidakpastiaan, hasil dari ikhtiar, rezeki dan banyak hal. Sering kali manusia merasa putus asa, karena menganggap doa-doa yang dipanjatkan lambat dikabulkan atau diberikan dalam bentuk yang berbeda dari yang diharapkan.
Namun, dengan tawakal, sekaligus akan membawa seorang hamba akan selalu memiliki sudut pandang yang positif atau senantiasa berprasangka baik terhadap keputusan maupun ketetapan Allah. Melalui tawakal umat Islam percaya bahwa penundaan atau pengalihan bentuk rezeki tersebut merupakan skenario terbaik yang telah dirancang oleh Allah untuk kebaikan mereka masing- masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....