Limbah Kain Jadi Fashion Bernilai Ala Happa Lestari

  • 10 Jun 2026 22:26 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ngawi – Tumpukan kain perca yang sering dianggap limbah ternyata menjadi sumber inspirasi bagi Happa Lestari. Brand fashion asal Ngawi ini mengembangkan produk pakaian berkonsep sustainable fashion dengan memanfaatkan sisa-sisa kain menjadi karya bernilai ekonomi.

Owner Happa Lestari, Wahyu Windarti, bersama suaminya Arif melihat peluang dari limbah tekstil yang selama ini kurang dimanfaatkan. Mereka kemudian mengombinasikan kain perca dengan teknik ecoprint menggunakan pewarna alami dari tumbuhan.

"Awalnya kami melihat banyak kain sisa yang berpotensi menjadi sampah. Dari situ muncul keinginan membuat produk yang lebih ramah lingkungan," ujar Arif.

Konsep tersebut menjadi identitas kuat Happa Lestari sejak tahun 2019. Teknik ecoprint yang diterapkan menghasilkan motif unik sehingga tidak ada dua produk yang benar-benar sama.

Selain memanfaatkan kain sisa produksi, Happa Lestari juga menerima modifikasi pakaian lama milik pelanggan. Baju berbahan katun yang sudah lama tersimpan dapat diubah tampilannya menjadi lebih menarik melalui sentuhan ecoprint.

Bagi Wahyu dan Arif, fashion tidak hanya soal penampilan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Filosofi itu bahkan tercermin dalam nama "Lestari" yang dipilih sebagai simbol keberlanjutan.

"Kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya indah, tetapi juga membantu melestarikan lingkungan," ungkap Arif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....