Akhiri Tahun dengan Muhasabah, Awali dengan Mujahadah

  • 10 Jun 2026 06:33 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Menjelang berakhirnya tahun 1447 Hijriah dan datangnya bulan Muharram sebagai penanda tahun baru Islam, umat Muslim diajak untuk menjadikan pergantian waktu sebagai momentum evaluasi diri atau muhasabah. Waktu yang terus berjalan tanpa henti menjadi pengingat bahwa usia manusia semakin berkurang dan kesempatan beramal semakin terbatas.

Hal tersebut disampaikan oleh H. Kusnan dalam kajian bertema “Akhiri Tahun dengan Muhasabah, Awali dengan Mujahadah”. Menurutnya, banyak orang menyadari pergantian tahun hanya sebagai perubahan angka dalam kalender, padahal pergantian tahun Hijriah seharusnya menjadi sarana untuk menghitung kembali perjalanan hidup yang telah dilalui.

“Tanpa terasa kita telah berada di penghujung tahun 1447 Hijriah. Jamaah Haji juga silih berganti tiba ke tanaha air setelah menyelesaikan rangkaian ibadah Haji di tanah suci. Sebentar lagi Muharram akan datang. Ini menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan dan tidak akan pernah kembali. Karena itu, setiap Muslim perlu berhitung dengan waktu, apa yang sudah dilakukan selama setahun terakhir dan apa yang akan dipersiapkan untuk masa yang akan datang,” ujarnya, Rabu, 10 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa Islam memberikan perhatian besar terhadap waktu. Bahkan Allah SWT bersumpah dengan waktu dalam beberapa ayat Al-Qur’an sebagai tanda betapa berharganya nikmat tersebut. Salah satunya dalam Surah Al-'Ashr:

"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran." (QS. Al-'Ashr: 1–3).

Menurut Ustaz Kusnan, ayat tersebut mengingatkan bahwa manusia akan merugi apabila waktu yang dimiliki tidak digunakan untuk memperkuat keimanan, beramal saleh, serta menebarkan kebaikan kepada sesama.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pergantian tahun Hijriah merupakan saat yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Setiap orang perlu melihat kembali perjalanan hidupnya, memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan, serta meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak pada masa mendatang.

Hal itu sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Ayat tersebut, lanjutnya, mengajarkan pentingnya evaluasi diri sebelum datang hari perhitungan di hadapan Allah SWT. Muhasabah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjadi langkah untuk memperbaiki masa depan.

“Ketika kita menyadari bahwa satu tahun telah berlalu, maka yang perlu ditanyakan bukan hanya berapa usia yang bertambah, tetapi berapa amal yang telah bertambah. Sebab yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah bukan lamanya hidup, melainkan bagaimana waktu itu digunakan,” jelasnya.

Selain muhasabah, umat Islam juga diajak untuk memasuki tahun baru Hijriah dengan semangat mujahadah, yakni kesungguhan dalam memperbaiki diri dan meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT. Mujahadah diwujudkan melalui tekad yang kuat untuk meninggalkan kebiasaan buruk, memperbanyak amal saleh, mempererat hubungan dengan sesama, serta meningkatkan kualitas ibadah.

Menurut Ustaz Kusnan, Muharram sebagai salah satu bulan mulia dalam Islam hendaknya disambut dengan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Semangat tersebut bukan hanya diwujudkan dalam ucapan selamat tahun baru, tetapi dalam perubahan nyata yang tercermin dalam perilaku sehari-hari.

“Pergantian tahun Hijriah harus menjadi momentum kebangkitan spiritual. Akhiri tahun dengan muhasabah, melihat kekurangan dan kelemahan diri. Kemudian awali tahun baru dengan mujahadah, berjuang sungguh-sungguh untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik daripada tahun sebelumnya,” tuturnya.

Umat Islam diharapkan dapat memaknai perjalanan waktu sebagai anugerah sekaligus amanah dari Allah SWT. Sebab setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali, sementara setiap amal akan dimintai pertanggungjawaban. Dengan demikian, berakhirnya tahun 1447 Hijriah tidak hanya menjadi penutup lembaran waktu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat keimanan, memperbaiki diri, dan menyongsong tahun baru dengan semangat mujahadah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....