Empati dan Solidaritas Sosial Tercermin dalam Ibadah Kurban
- 27 Mei 2026 01:09 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Momen Hari Raya Iduladha tidak hanya menjadi bentuk ketaatan umat Muslim kepada Allah SWT, tetapi juga sarana memperkuat empati dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Santoso saat menjelaskan makna ibadah kurban dalam kehidupan sosial umat Islam.
Menurutnya, nilai utama dalam ibadah kurban adalah berbagi kebahagiaan kepada sesama, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan. Daging hewan kurban yang dibagikan menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan antarsesama manusia.
“Empati dan solidaritas sosial melalui hari raya kurban sangat terlihat, terutama dalam berbagi rasa bahagia. Penyembelihan hewan kurban menjadi sarana membagikan kebahagiaan kepada fakir miskin, yatim piatu, dan mereka yang membutuhkan,” ujarnya dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Madiun
Ia menegaskan bahwa Islam tidak membenarkan umatnya berbangga diri atas amal ibadah yang dilakukan apabila belum mampu memberikan sesuatu yang terbaik bagi orang lain.
Menurutnya, semangat berbagi harus dilandasi keikhlasan dan pengorbanan terhadap hal-hal yang dicintai.
Dalam penjelasannya, ia juga mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, “Lan tanalul birra hatta tunfiqu mimma tuhibbun,” yang berarti seseorang belum mencapai kebaikan yang sempurna hingga mau menginfakkan sesuatu yang dicintainya.
Ustadz Santoso menambahkan bahwa apa yang diberikan kepada sesama harus berasal dari hal-hal yang baik dan halal sesuai syariat Islam.
Dengan demikian, ibadah kurban bukan hanya ritual tahunan, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial yang mampu mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....