Pelatihan GASING di Magetan Ditutup, Dorong Perubahan Cara Belajar Matematika

  • 25 Mei 2026 03:46 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Program Pelatihan GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang berlangsung selama 17 hari di Kabupaten Magetan resmi ditutup oleh Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas. Penutupan digelar di Pendapa Surya Graha, Sabtu (23/05/2026), sekaligus menandai berakhirnya rangkaian pembelajaran bagi guru dan siswa peserta program.

Bupati Magetan Nanik Sumantri menyebut metode GASING sebagai inovasi pembelajaran yang tidak hanya fokus pada matematika, tetapi juga pada perubahan cara pandang dalam proses belajar mengajar di sekolah. Menurutnya, pendekatan ini membuat pembelajaran lebih sederhana, mudah dipahami, dan menyenangkan bagi siswa.

“Metode GASING bukan hanya sekadar metode belajar matematika. Lebih dari itu, ini adalah cara pandang baru bahwa belajar itu bisa dibuat sederhana, mudah dipahami dan bahkan bisa dinikmati,” ujar Nanik Sumantri.

Ia berharap metode tersebut dapat meningkatkan semangat belajar siswa serta mendorong guru untuk segera mengimplementasikan hasil pelatihan di sekolah masing-masing agar suasana pembelajaran menjadi lebih aktif dan interaktif.

Sementara itu, pendiri Gasing Academy, Yohanes Surya, menegaskan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Magetan akan terus berlanjut hingga Agustus 2026. Ia juga menyebut akan ada pelatihan lanjutan bagi para guru agar penerapan metode GASING semakin luas di sekolah.

“Kerja sama dengan Pemkab Magetan akan terus berlanjut sampai Agustus 2026. Nanti ada batch kedua untuk pelatihan guru agar metode GASING bisa diterapkan lebih luas di sekolah-sekolah,” kata Yohanes Surya.

Dari pemerintah pusat, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri, memberikan apresiasi atas kolaborasi antara Pemkab Magetan, Gasing Academy, dan Universitas Negeri Surabaya. Ia berharap program ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

“Kolaborasi ini diharapkan membawa manfaat besar bagi kemajuan pendidikan di Magetan. Metode GASING bisa menjadi jawaban atas tantangan pembelajaran yang selama ini dihadapi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program serta peran pendampingan dari perguruan tinggi, khususnya UNESA, agar pengembangan metode pembelajaran di Magetan dapat terus berjalan dan memberikan hasil optimal.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....