Bunga jadi Bahasa Empati, Sarangkembang Florist Temukan Makna
- 08 Mei 2026 09:10 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun — Di balik rangkaian bunga yang indah, tersimpan cerita tentang kehilangan, keteguhan, dan cinta terhadap pekerjaan. Azizah Pradnya Paramitha, owner Sarangkembang Florist, mengaku sempat mengalami pergolakan batin ketika pandemi Covid-19 membuat bisnis dekorasinya berhenti total.
Situasi itu semakin berat karena ia juga kehilangan orang-orang terdekat akibat pandemi.
“Saya sempat berpikir, kok rezekinya datang dari kabar duka,” ungkapnya saat berbincang dengan Pro 2 RRI Madiun, kemarin.
Namun, di saat bersamaan, pesanan bunga duka justru meningkat. Perlahan, pandangannya berubah setelah mendapat masukan dari sesama florist.
“Mereka bilang ini bukan soal mengambil keuntungan dari kesedihan orang lain, tapi bagaimana bunga menjadi bentuk penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan,” katanya.
Sejak saat itu, Mitha memandang profesinya bukan sekadar menjual bunga, melainkan menyampaikan rasa. Ia bahkan mengaku sering berbicara kepada bunga saat merangkainya.
“Saya selalu bilang ke bunganya, ‘kamu cantik ya, jangan cepat layu ya’,” ujarnya sambil tertawa.
Baginya, bunga memiliki filosofi yang dekat dengan kehidupan manusia: indah, namun tidak selamanya mekar. Lewat filosofi bunga, Mitha belajar memaknai kehidupan seiring dinamika yang dia lewati hingga di titik sekarang.
Dia menyampaikan pesan untuk memanfaatkan dan menikmati peluang karena setiap hal ada masanya.
“Bunga itu seperti manusia. Kita tidak bisa membuatnya hidup selamanya, tapi kita bisa merawatnya sebaik mungkin,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....