Dzulqa'dah Disebut Bulan yang Mulia: Mengapa?

  • 06 Mei 2026 05:14 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Bulan Dzulqa’dah menjadi salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Sebagai bagian dari empat bulan haram, Dzulqa’dah dimaknai sebagai waktu yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan momentum ini dengan memperbanyak amal saleh serta menjauhi segala bentuk perbuatan dosa.

Dalam kajian Mutiara Pagi, H. Kusnan, M.Ag menjelaskan bahwa kemuliaan bulan Dzulqa’dah tidak terlepas dari penegasan langsung dalam Al-Qur’an. Ia merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 36: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan... di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu...” (QS. At-Taubah: 36)

“Dzulqa’dah termasuk bulan haram yang dimuliakan Allah. Pada bulan ini, umat Islam ditekankan untuk menjaga diri dari kezaliman, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain,” ujar H. Kusnan, Rabu, 6 Mei 2026.

Menurutnya, makna “haram” dalam konteks ini bukan hanya larangan berperang sebagaimana tradisi Arab dahulu, tetapi juga mencakup larangan melakukan segala bentuk kemaksiatan. Bahkan, dosa yang dilakukan pada bulan ini memiliki konsekuensi yang lebih berat, sementara pahala kebaikan dilipatgandakan.

Selain itu, H. Kusnan menambahkan bahwa Dzulqa’dah juga menjadi bagian dari rangkaian bulan haji, bersama Syawal dan Dzulhijjah. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT: “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi...” (QS. Al-Baqarah: 197)

Ia menjelaskan bahwa pada bulan ini, umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji, baik secara fisik maupun spiritual. Oleh karena itu, Dzulqa’dah menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat keimanan dan memperbaiki kualitas ibadah.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa inti dari kemuliaan bulan ini adalah kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan. Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu berasal dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)

“Memuliakan bulan Dzulqa’dah berarti menjaga diri dari dosa, memperbanyak ibadah, serta memperkuat tauhid kepada Allah. Ini adalah kesempatan besar yang tidak boleh disia-siakan,” tegasnya.

H. Kusnan mengajak umat Islam untuk menjadikan bulan Dzulqa’dah sebagai momentum introspeksi diri. Ia menekankan pentingnya memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, serta meningkatkan kualitas ibadah sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Dengan berbagai keutamaan tersebut, bulan Dzulqa’dah bukan sekadar bagian dari kalender Hijriyah, melainkan waktu yang sarat makna untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....