Dzulqa’dah, Momentum Meneguhkan Tauhid: Begini Caranya
- 06 Mei 2026 05:10 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Bulan Dzulqa’dah merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam kalender Hijriyah yang memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam. Pada bulan ini, umat Muslim diajak untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, sekaligus menjadikannya sebagai momentum untuk meneguhkan tauhid—keyakinan penuh kepada keesaan Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan oleh H. Kusnan, M.Ag dalam kajian Mutiara Pagi yang mengangkat tema “Dzulqa’dah Momentum Meneguhkan Tauhid”. Ia menjelaskan bahwa bulan Dzulqa’dah bukan sekadar penanda waktu, melainkan kesempatan spiritual untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah.
“Tauhid adalah fondasi utama dalam Islam. Di bulan Dzulqa’dah yang dimuliakan ini, umat Islam seharusnya semakin memperkuat keyakinan bahwa hanya Allah satu-satunya yang berhak disembah,” ujar H. Kusnan, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa kemuliaan bulan Dzulqa’dah disebutkan dalam Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 36:
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan... di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu..." (QS. At-Taubah: 36)
Menurutnya, larangan berbuat zalim dalam ayat tersebut mencakup segala bentuk penyimpangan, termasuk dalam aspek akidah. Oleh karena itu, menjaga kemurnian tauhid menjadi sangat penting, terutama di bulan yang dimuliakan.
Lebih lanjut, ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Ikhlas:
"Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa." (QS. Al-Ikhlas: 1)
Ayat ini, kata H. Kusnan, menjadi inti dari ajaran tauhid yang harus terus dihayati oleh setiap Muslim. Ia juga mengingatkan bahwa kesyirikan merupakan dosa terbesar yang harus dihindari, sebagaimana disebutkan dalam Surah An-Nisa ayat 48:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya..." (QS. An-Nisa: 48)
Dalam penjelasannya, H. Kusnan juga mengajak umat Islam untuk memanfaatkan bulan Dzulqa’dah dengan memperbanyak ibadah, seperti shalat sunnah, dzikir, membaca Al-Qur’an, serta memperkuat niat dalam menjalankan setiap amal hanya karena Allah.
“Meneguhkan tauhid bukan hanya dalam ucapan, tetapi juga dalam tindakan. Segala bentuk ibadah harus dilandasi keikhlasan dan tidak menyekutukan Allah dengan apa pun. Kita harus terus memohon ampun pada Allah SWT ,” tambahnya.
Ia menutup kajian dengan mengingatkan bahwa momentum Dzulqa’dah hendaknya menjadi titik refleksi diri bagi setiap Muslim untuk kembali kepada ajaran tauhid yang murni, sekaligus mempersiapkan diri menyambut bulan Dzulhijjah yang penuh dengan ibadah besar seperti haji dan kurban.
Dengan demikian, bulan Dzulqa’dah tidak hanya menjadi bagian dari kalender Islam, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkokoh keimanan dan meneguhkan tauhid dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....