Ratusan Bangunan SD di Magetan Rusak, Pemerintah Terapkan Skema Prioritas
- 16 Apr 2026 14:50 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Magetan menjadi perhatian serius setelah terdata sebanyak 171 bangunan Sekolah Dasar (SD) mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, mulai dari ringan hingga berat. Temuan ini mendorong pemerintah daerah untuk menyusun langkah penanganan bertahap.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Magetan menyatakan bahwa perbaikan tidak memungkinkan dilakukan secara menyeluruh dalam waktu bersamaan. Faktor utama yang menjadi kendala adalah keterbatasan anggaran sehingga diperlukan penentuan prioritas.
Kepala Dikpora Magetan, Suhardi, menjelaskan bahwa penanganan difokuskan terlebih dahulu pada bangunan yang mengalami kerusakan berat karena dinilai memiliki risiko terhadap keselamatan peserta didik.
“Tidak semua bisa langsung diperbaiki. Kami harus memilah mana yang paling mendesak, terutama bangunan dengan kondisi rusak berat,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Sementara itu, bangunan dengan tingkat kerusakan ringan diarahkan untuk ditangani langsung oleh pihak sekolah melalui kegiatan pemeliharaan rutin.
“Untuk yang ringan, sekolah kami minta melakukan perawatan secara mandiri agar tidak menunggu program perbaikan,” tambahnya.
Dari hasil pendataan, Dikpora telah menetapkan 25 bangunan SD sebagai prioritas utama rehabilitasi, serta 15 bangunan tingkat SMP yang juga masuk dalam daftar penanganan segera. Sumber pembiayaan berasal dari APBD Kabupaten Magetan dan APBN, termasuk dukungan program rehabilitasi dari pemerintah pusat.
“Pendanaan berasal dari APBD dan APBN, serta bantuan program pusat untuk percepatan rehabilitasi sekolah,” jelas Suhardi.
Kondisi ini semakin mendapat sorotan setelah insiden ambruknya gudang SD Negeri 2 Bendo beberapa waktu lalu saat hujan deras melanda wilayah tersebut. Bangunan itu dilaporkan roboh akibat material yang sudah rapuh dan termakan usia.
Peristiwa tersebut dinilai menjadi gambaran nyata kondisi sejumlah fasilitas pendidikan yang sudah lama tidak mendapatkan peremajaan menyeluruh, bahkan sebagian bangunan diketahui berdiri sejak puluhan tahun lalu tanpa renovasi besar.
“Banyak bangunan sekolah yang usianya sudah sangat tua, ada yang sejak tahun 70-an belum pernah direnovasi secara total, sehingga kondisi fisiknya semakin rentan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....