PMI Magetan Perkuat Soliditas, Raih Akreditasi Tertinggi dan Jaga Darah Aman
- 15 Apr 2026 16:06 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Magetan menegaskan kembali komitmennya dalam pelayanan kemanusiaan melalui kegiatan Gathering sekaligus Halalbihalal yang digelar bersama relawan dan mitra. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang evaluasi capaian organisasi.
Ketua PMI Kabupaten Magetan, Bambang Trianto, menyampaikan bahwa berbagai pencapaian yang diraih lembaganya merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen, mulai dari relawan hingga para pendonor darah.
“PMI tidak bisa berjalan sendiri. Semua capaian ini adalah hasil kerja bersama relawan, pendonor, dan seluruh pihak yang selama ini mendukung,” ujarnya, Rabu (15/4/2026)
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti keberhasilan PMI Magetan yang baru saja meraih Akreditasi Paripurna serta kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari hasil audit eksternal. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti peningkatan kualitas dan akuntabilitas lembaga.
Bambang menjelaskan bahwa akreditasi tertinggi tersebut berlaku selama lima tahun, mulai 2026 hingga 2031, sebagai standar mutu pelayanan PMI.
“Akreditasi Paripurna ini bukan untuk individu, tetapi untuk seluruh sistem kerja PMI Magetan. Ini hasil kolaborasi semua unsur,” jelasnya.
Selain aspek kelembagaan, PMI Magetan juga menegaskan komitmennya dalam menjaga transparansi pengelolaan keuangan. Opini WTP yang kembali diperoleh menjadi indikator bahwa pengelolaan dana berjalan sesuai prinsip akuntabilitas.
“Kami berupaya menjaga kepercayaan publik dengan pengelolaan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambah Bambang.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PMI Magetan juga memberikan penghargaan kepada para pendonor darah aktif yang telah berkontribusi hingga puluhan bahkan ratusan kali donor, mulai dari 10, 25, 50, 75 hingga 100 kali donor darah.
“Penghargaan ini bentuk apresiasi kami kepada para pendonor yang secara konsisten membantu sesama,” katanya.
Sementara itu, terkait kondisi layanan darah selama periode Lebaran 2026, Bambang memastikan stok darah di Kabupaten Magetan dalam kondisi aman. PMI disebut telah melakukan langkah antisipatif dengan menjangkau berbagai komunitas lintas agama dan kelompok masyarakat.
“Kami sudah melakukan pendekatan ke berbagai komunitas agar kebutuhan darah tetap terpenuhi, termasuk saat momen hari besar,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....