Pasca Ambruk, Dikpora Magetan Wacanakan Bekas Gedung SDN 2 Bendo Jadi RTH Sekolah
- 15 Apr 2026 22:02 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID. Magetan - Peristiwa robohnya bangunan gudang di SDN Bendo 2 beberapa waktu lalu langsung direspons oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan dengan melakukan penanganan awal sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas pendidikan di daerah tersebut.
Kepala Dikpora Magetan, Suhardi, menyampaikan bahwa bangunan yang mengalami kerusakan tersebut merupakan gudang penyimpanan dan bukan ruang kelas. Lokasinya pun terpisah dari area utama kegiatan belajar mengajar. Ia menyebut faktor cuaca menjadi pemicu utama kejadian tersebut.
“Yang roboh itu gudang, bukan ruang kelas. Kondisi itu dipicu hujan deras yang berlangsung lama disertai angin kencang, sehingga bangunan tidak kuat menahan beban,” ujarnya, Rabu (15/4/2026)
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah melalui Dikpora berencana mengubah area bekas bangunan tersebut menjadi ruang terbuka hijau. Konsep ini dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran modern yang juga memanfaatkan ruang luar kelas.
“Rencananya lokasi tersebut akan dijadikan ruang terbuka hijau untuk mendukung kegiatan belajar di luar ruangan,” jelasnya.
Suhardi menegaskan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh satuan pendidikan di Magetan. Pihaknya kini memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi risiko di lingkungan sekolah, termasuk kondisi bangunan, pohon besar, hingga sistem drainase.
“Sekolah kami minta lebih waspada dan rutin melakukan pengecekan lingkungan, mulai dari bangunan hingga pohon dan saluran air yang berpotensi membahayakan,” katanya.
Ia menambahkan, imbauan tersebut terus disampaikan secara berkala kepada pengawas, penilik, dan kepala sekolah melalui koordinasi rutin. Setiap temuan di lapangan juga diminta untuk segera dilaporkan agar dapat segera ditangani.
“Kalau ada potensi bahaya, harus segera dilaporkan supaya bisa cepat kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Hingga kini, Dikpora Magetan juga telah menerima sejumlah laporan dari sekolah lain yang langsung ditindaklanjuti. Pemerintah daerah memastikan proses pemantauan akan terus dilakukan secara berkelanjutan demi menjaga keamanan lingkungan pendidikan.
“Kami terus melakukan pengawasan dan koordinasi agar seluruh sekolah di Magetan tetap dalam kondisi aman,” pungkas Suhardi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....