Pelajar SMK di Magetan Diduga Terjun dari Jembatan Ngujur

  • 22 Apr 2026 21:07 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan -Jembatan Ngujur yang menghubungkan wilayah Magetan–Madiun, tepatnya di Desa Goranggareng Taji, Kecamatan Nguntoronadi, dipadati warga pada Rabu (22/4). Keramaian ini dipicu kabar dugaan seorang pelajar SMK yang nekat mengakhiri hidup dengan melompat dari jembatan tersebut.

Informasi awal mencuat setelah seorang saksi, Hariyanto (44), menemukan sepeda motor Yamaha MX King bernopol AE 3721 OW beserta sepasang sandal di atas jembatan pada Rabu pagi. Namun, saat ditemukan, pemilik barang tersebut tidak berada di lokasi.

Kapolsek Nguntoronadi, AKP Mahfud Sidiq, menjelaskan bahwa temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas. “Ketika sepeda motor dan sandal ditemukan, tidak ada orang di sekitar lokasi yang mengaku sebagai pemiliknya,” ujarnya.

Dari hasil penelusuran, kendaraan tersebut diketahui milik Jarno (44), warga Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran. Ia menyebut sepeda motor itu digunakan oleh putranya, Davin Andriano Mustaqin (19), sejak Selasa (21/4) malam.

Menurut keterangan keluarga, Davin meninggalkan rumah sekitar pukul 20.30 WIB dan hingga kini belum kembali. “Sampai sekarang yang bersangkutan belum pulang dan belum diketahui keberadaannya,” tambah AKP Mahfud Sidiq.

Berdasarkan indikasi awal, pelajar SMK di wilayah Bendo tersebut diduga terjun ke aliran Bengawan Madiun dari Jembatan Ngujur. Pihak kepolisian menduga korban tercebur atau sengaja menceburkan diri ke sungai yang berada di bawah jembatan tersebut.

Hingga laporan ini disusun, proses pencarian masih berlangsung di sekitar lokasi kejadian oleh tim gabungan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....