Ratusan Ribu Pohon Pamelo Jadi Basis Produksi Unggulan Magetan

  • 28 Apr 2026 17:48 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Komoditas jeruk pamelo di Kabupaten Magetan memiliki basis produksi yang kuat dengan jumlah tanaman mencapai ratusan ribu pohon yang tersebar di sejumlah kecamatan. Data tersebut tampak dalam pelaksanaan Festival Pamelo yang digelar di Dinas TPHP Magetan, Selasa (28/4/2026).

Pengembangan jeruk pamelo di Magetan menunjukkan skala yang terus meluas, seiring dengan bertambahnya wilayah sentra dan jumlah tanaman yang dibudidayakan petani. Saat ini, tanaman pamelo tercatat telah tersebar di enam kecamatan dengan tambahan pengembangan di wilayah Sayutan.

Populasi tanaman yang mencapai sekitar 264.330 pohon menjadi salah satu indikator besarnya potensi komoditas ini di daerah tersebut. Jumlah tersebut sekaligus menjadi dasar dalam penghitungan luas area tanam pamelo di Magetan.

Dari sisi produksi, jeruk pamelo di wilayah ini mampu menghasilkan rata-rata produktivitas sekitar 1,13 kuintal per pohon. Angka tersebut menunjukkan kontribusi signifikan komoditas pamelo terhadap sektor pertanian daerah.

Kepala Dinas TPHP Magetan, Uswatul Chasanah, menjelaskan bahwa penguatan sektor pamelo tidak hanya dilakukan melalui peningkatan produksi, tetapi juga melalui kegiatan promosi dan peningkatan kualitas.

“Dengan festival ini kita harapkan lebih memacu semangat petani pamelo untuk memperkenalkan produknya, sekaligus mendukung pariwisata Magetan dan kelestarian tanaman jeruk pamelo itu sendiri,” ujarnya.

Festival Pamelo yang digelar di lingkungan Dinas TPHP Magetan diikuti sekitar 131 peserta dari berbagai kecamatan. Kegiatan ini menjadi ajang kompetisi sekaligus sarana memperlihatkan kualitas hasil panen petani.

Dalam pelaksanaannya, lomba pamelo dibagi ke dalam beberapa kategori, yaitu pamelo bebas, pamelo Nambangan, pamelo Srinyonya, dan pamelo Magetan. Masing-masing kategori menampilkan karakteristik buah terbaik dari berbagai wilayah sentra.

Meski memiliki potensi besar, pengembangan pamelo di Magetan juga menghadapi tantangan, salah satunya dampak kekeringan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

“Kami Pemerintah daerah bersama petani terus melakukan upaya pemulihan melalui berbagai program pendampingan,” pungkas Ana, sapaan akrabnya.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi pamelo, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu komoditas unggulan yang menopang ekonomi pertanian di Kabupaten Magetan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....