Proyeksi Andalan Magetan, Perluasan Sentra Pamelo Betasukamangu Terus Diperkuat
- 28 Apr 2026 15:36 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan – Bupati Magetan Nanik Sumantri meninjau pameran jeruk pamelo dalam Festival Pamelo yang digelar di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan, Selasa (28/4/2026).
Kontes pamelo tersebut diikuti sekitar 131 peserta dari berbagai wilayah. Kegiatan ini mempertandingkan empat kategori, yaitu pamelo Nambangan, pamelo Srinyonya, pamelo Magetan, serta pamelo bebas. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan kawasan sentra pamelo yang saat ini dikenal sebagai Betasukamangu. Enam kecamatan sentra jeruk di Magetan meliputi Bendo, Takeran, Sukomoro, Kawedanan, Magetan dan Nguntoronadi.
Setelah melihat langsung berbagai varietas dan hasil panen pamelo, Nanik menegaskan bahwa komoditas tersebut menjadi andalan daerah yang telah dikenal luas di pasar regional hingga nasional.
“Terkait kegiatan hari ini, ini merupakan Festival Pamelo. Perlu diketahui bahwa Magetan memiliki produk unggulan yang telah dikenal, baik di tingkat regional maupun nasional, yaitu jeruk pamelo,” ujarnya.
Menurutnya, perluasan wilayah tanam terus dilakukan seiring meningkatnya potensi produksi. Jika sebelumnya hanya mencakup empat kecamatan, kini telah berkembang menjadi enam kecamatan yang tergabung dalam kawasan Betasukamangu.
“Jika sebelumnya hanya terdapat di empat kecamatan, kini telah berkembang menjadi enam kecamatan. Kawasan tersebut dikenal dengan sebutan Betasukamangu, yakni Bendo, Takeran, Sukomoro, dan Kawedanan, kemudian ditambah Kecamatan Magetan dan Nguntoronadi,” jelasnya.
Perluasan kawasan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi sekaligus mempertahankan kualitas pamelo Magetan yang memiliki keunggulan rasa.
Selain itu, Festival Pamelo dinilai menjadi sarana promosi untuk meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.
“Kami mohon doa restu, semoga melalui Festival Pamelo ini, produk jeruk pamelo asal Magetan yang dikenal memiliki cita rasa unggul dapat semakin dikenal luas, baik di tingkat regional maupun nasional,” katanya.
Di sisi lain, dukungan sarana produksi juga terus diupayakan melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat. Namun, penyalurannya tidak bersifat rutin setiap tahun karena harus melalui mekanisme pengajuan.
“Terkait bantuan alsintan, penyalurannya tidak dilakukan setiap tahun karena harus melalui proses pengajuan ke Kementerian Pertanian. Pada tahun ini, bantuan telah terealisasi untuk dua lokasi, yaitu Kelurahan Keraton dan Kelurahan Bendo,” ujarnya.
Pemkab Magetan saat ini masih mengajukan tambahan bantuan guna mendukung pengembangan sentra pamelo ke depan.
“Kami juga masih mengusulkan tambahan dua bantuan lagi. Mudah-mudahan usulan tersebut dapat disetujui oleh Kementerian Pertanian. Mohon doa restunya,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....