Waspadai Kebakaran, Tim Kesiapsiagaan Bencana Tingkatkan Skill Vertical Rescue

  • 28 Apr 2026 15:20 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun - Raungan sirine memecah ketenangan di kawasan Rusunawa, Jalan Hayam Wuruk, Kota Madiun, Selasa 18 April 2026, pagi. Kepulan asap tebal terlihat membumbung dari lantai dasar dan lantai atas, diiringi teriakan minta tolong para penghuni.

Dalam waktu singkat, Tim Kesiapsiagaan Bencana yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar), PMI, TNI, Polri, hingga relawan, bergerak dengan taktis.

Dengan ketangkasan, petugas berhasil mengevakuasi korban yang terjebak di lantai empat menggunakan teknik tali-temali. Mereka langsung dibawa menggunakan ambulance untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kondisi mencekam tersebut bukanlah musibah yang sebenarnya. Melainkan skenario simulasi vertical rescue (penyelematan vertikal) dalam gelaran Apel Kesiapsiagaan Bencana 2026, di lapangan Rusunawa.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun yang memantau langsung jalannya simulasi, mengapresiasi keberhasilan tim dalam mengeksekusi penyelamatan di gedung tinggi tersebut.

Meski dinilai sukses, Bagus meminta latihan semacam ini tidak berhenti pada seremonial saja. “(Simulasi) ini berhasil, namun tidak hanya saat apel saja. Saya minta ini rutin dilakukan. Setidaknya sebulan sekali rutin,” ujar Plt Wali Kota yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Timur itu.

Aksi penyelamatan vertikal ini sengaja dipilih sebagai materi utama, guna menjawab tantangan saat ini. “Kita tidak tahu kejadian itu apakah harus di gedung bertingkat atau tidak. Apalagi di Kota Madiun bangunan tinggi banyak, sehingga ini harus dilatih,” ucap dia.

Menurut dia, sinergi antarlini menjadi kunci utama dalam penanggulangan bencana di perkotaan. “Ini tidak bisa sendiri, pasti kerjasama BPBD, Satpol PP dan Damkar, PMI, TNI, Polri dan relawan. Kolaborasi ini yang diperlukan saat terjadi kejadian,” ujar dia.

Simulasi vertical rescue saat apel kesiapsiagaan bencana di Rusunawa, Kota Madiun. (Foto: Aris D.K/RRI Madiun)

Sementara itu Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Muhammad Yusuf Asmadi mengatakan, latihan ini melibatkan sedikitnya 75 personel tim gabungan. “Dari BPBD 45 personel, dan dukungan OPD dan instansi terkait lainnya,” ucap dia.

Menurut Yusuf, simulasi ini adalah wujud kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. “Seperti kita ketahui di Kota Madiun sudah banyak gedung bertingkat, oleh karena itu dari BPBD dan Tim Kesiapsiagaan Bencana harus punya kemampuan vertikal rescue,” ujar dia.

Yusuf mengatakan, peningkatan frekuensi latihan bersama menjadi agenda prioritas ke depan. “Kami evaluasi, kami akan lebih sering latian bersama, untuk kecepatan waktunya, keselamatan korban dan petugas akan kami tingkatkan kemampuan,” ujar dia.

Melalui penguatan kompetensi yang berkelanjutan, Yusuf menjelaskan, tim gabungan diharapkan mampu meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa. Sekaligus meningkatkan standar keamanan dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....