Dari Anak-anak hingga Dewasa: Pink Sebagai Identitas Perempuan

  • 27 Apr 2026 10:28 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Sejak usia anak-anak, warna pink telah identik dengan perempuan sehingga berkaitan kuat dan melekat dalam kehidupan sosial. Proses sosialisasi ini membuat pink sering dipahami sebagai warna yang cocok untuk perempuan, sementara warna lain dianggap lebih sesuai untuk laki-laki. Dengan demikian, warna tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga ikut membentuk pemahaman tentang identitas gender sejak usia dini.

Namun, warna pink sebenarnya tidak sesederhana stereotip yang melekat padanya. Warna ini menyimpan makna sosial yang luas dan terus berubah seiring waktu, tergantung pada konteks budaya serta pengalaman individu.

Dalam perkembangan masyarakat modern, makna pink tidak lagi terbatas pada simbol kelembutan atau kepasifan, melainkan juga dapat merepresentasikan keberanian, ekspresi diri, dan kekuatan personal perempuan.

Perempuan tidak sekadar terlahir secara biologis saja, tetapi juga membangun dan menampilkan identitas keperempuannya melalui berbagai praktik dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk praktik tersebut adalah mengoleksi dan menggunakan barang-barang berwarna pink sebagai bagian dari ekspresi diri serta cara menampilkan identitas gender di ruang publik maupun privat.

Sebagaimana dikutip dari Jurnal Universitas Gadjah Mada, femininitas dipahami sebagai sesuatu yang terus diproduksi dan direproduksi melalui tindakan dan pengalaman perempuan. Dalam hal ini, warna pink menjadi salah satu medium simbolik yang digunakan perempuan untuk menegosiasikan identitas mereka sesuai dengan konteks sosial dan budaya yang dihadapi. UU

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....