Dinkes Ngawi Kirim 20 Spesimen Suspek Campak, Hasil Masih Pending

  • 14 Apr 2026 15:30 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi meningkatkan kewaspadaan terhadap campak dengan mengirimkan spesimen suspek ke laboratorium rujukan di Surabaya, menyusul peningkatan kasus di sejumlah wilayah Indonesia.

Penanggung Jawab (PJ) Surveilans Epidemiologi Dinkes Ngawi, Daut Setyowahono, mengatakan pada 2026 pihaknya telah mengirimkan 20 spesimen dari kasus yang dicurigai campak. Spesimen tersebut berasal dari berbagai fasilitas kesehatan di Kabupaten Ngawi.

“Sejak Januari hingga pertengahan April 2026, kami telah mengirimkan 20 spesimen suspek campak. Namun hasil laboratorium masih pending,” ujarnya, Senin 14 April 2026.

Meski hasil belum keluar, Daut menyampaikan pihaknya tetap melakukan penyelidikan epidemiologi dan intervensi di lapangan tanpa menunggu hasil laboratorium, guna mencegah penularan lebih luas.

Sementara itu, pada 2025 Dinkes Ngawi juga telah mengirimkan 50 spesimen ke laboratorium rujukan, dengan dua di antaranya terkonfirmasi positif campak. Namun, temuan tersebut belum memenuhi kriteria kejadian luar biasa (KLB), karena tidak terdapat hubungan epidemiologis antar kasus.

Langkah pengiriman spesimen ini merupakan bagian dari deteksi dini, seiring adanya peningkatan kasus campak di Indonesia yang tertuang dalam surat edaran Kementerian Kesehatan.

Selain surveilans, Dinkes Ngawi juga mengimbau masyarakat untuk melengkapi imunisasi, mengingat campak merupakan penyakit menular yang dapat dicegah melalui vaksinasi.

Program Dialog AE Raya Menyapa edisi Senin 13 April 2026 juga mengundang PJ Imunisasi Dinkes Ngawi, Ngari untuk membahas topik "Campak Kembali Mengintai, Cegah Sebelum Terlambat". Program ini dipandu oleh reporter Angela Rezka.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....