Mengapa Perempuan Lebih Sulit Mengatakan “Tidak” ?

  • 22 Apr 2026 14:50 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Fenomena perempuan yang kerap merasa sulit mengatakan “tidak” menjadi sorotan dalam sebuah diskusi psikologi yang digelar di program Teman Cerita PRO 1 RRI Madiun, Selasa 21 April 2026. Dalam kesempatan tersebut, Robik Anwar Dani, M.Psi., Psikolog, dosen Program Studi Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Madiun, memaparkan sejumlah faktor yang memengaruhi kecenderungan tersebut.

Menurutnya, secara umum laki-laki dinilai lebih tegas dalam mengambil keputusan. “Saya sepakat bahwa laki-laki lebih tegas, jika mengatakan iya ya iya, tidak ya tidak, dan lebih bisa merasakan feel free,” ujarnya. Sementara itu, perempuan cenderung berada dalam posisi mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memberikan jawaban, bahkan setelah mengatakan “tidak”.

Ia menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan erat dengan dominasi sisi afeksi pada perempuan. “Biasanya perempuan lebih merasa care atau lebih perasa. Di sini, aspek afeksi lebih mendominasi dibandingkan logika,” jelasnya.

Lebih lanjut, Robik mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor utama yang menyebabkan perempuan sulit menolak, di antaranya pola asuh dan internalisasi nilai sejak dini, kebutuhan akan penerimaan sosial, kecenderungan untuk menyenangkan orang lain (people pleasing), serta munculnya rasa bersalah atau guilt.

Faktor-faktor tersebut saling berkaitan dan membentuk pola respons emosional perempuan dalam menghadapi situasi sosial. Akibatnya, keputusan sederhana seperti mengatakan “tidak” dapat menjadi proses yang kompleks dan penuh pertimbangan.

Diskusi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dinamika psikologis perempuan, sekaligus mendorong pentingnya membangun batasan diri (personal boundaries) yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....