Menata Niat dalam Bekerja agar Bernilai Ibadah

  • 19 Apr 2026 05:11 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Bekerja bukan sekadar aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga dapat menjadi ladang ibadah apabila dilandasi dengan niat yang benar. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Santoso, S.Ag., M.M dalam kajian Mutiara Pagi yang menekankan pentingnya menata niat, menjaga kehalalan pekerjaan, serta menjunjung tinggi nilai profesionalitas, kejujuran, dan tanggung jawab.

Menurut Ustaz Santoso, niat merupakan fondasi utama dalam setiap amal perbuatan. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam konteks bekerja, niat tidak hanya sebatas mencari penghasilan, tetapi juga untuk beribadah kepada Allah SWT, menafkahi keluarga, dan memberi manfaat kepada orang lain.

“Jika seseorang bekerja dengan niat yang lurus karena Allah, maka setiap aktivitasnya—sekecil apa pun—akan bernilai ibadah,” jelasnya, Minggu, 19 April 2026.

Selain niat, Ustaz Santoso juga menegaskan pentingnya memastikan pekerjaan yang dilakukan adalah halal. Islam mengajarkan umatnya untuk mencari rezeki dari sumber yang baik dan tidak melanggar syariat. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

"Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi..." (QS. Al-Baqarah: 168).

Ia menambahkan bahwa pekerjaan yang halal tidak hanya dilihat dari jenis pekerjaannya, tetapi juga dari cara mendapatkannya tidak melalui penipuan, riba, atau praktik yang merugikan orang lain.

Dalam dunia kerja modern, profesionalitas juga menjadi nilai penting yang tidak boleh diabaikan. Ustaz Santoso menjelaskan bahwa seorang Muslim harus bekerja secara sungguh-sungguh, disiplin, dan kompeten. “Profesionalitas adalah bagian dari amanah. Ketika seseorang diberi tugas, maka ia wajib menjalankannya dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Kejujuran menjadi pilar utama lainnya dalam bekerja. Dalam Islam, kejujuran bukan hanya etika, tetapi juga kewajiban moral dan spiritual. Allah SWT berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur." (QS. At-Taubah: 119).

Ustaz Santoso mengingatkan bahwa kejujuran akan membawa keberkahan dalam rezeki, sementara kebohongan justru akan merusak nilai ibadah dalam pekerjaan.

Tak kalah penting adalah sikap tanggung jawab. Setiap pekerjaan yang dilakukan akan dimintai pertanggungjawaban, baik di dunia maupun di akhirat. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an:

"Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin..." (QS. At-Taubah: 105).

Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut, Ustaz Santoso berharap umat Islam dapat menjadikan pekerjaan sehari-hari sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Bekerja bukan hanya soal dunia, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan bekal untuk akhirat. Ketika niat, cara, dan sikap kita benar, maka pekerjaan akan bernilai ibadah,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....