UMKM Hadapi Dilema Kurangi Plastik dan Kepraktisan
- 14 Apr 2026 14:26 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Penggunaan plastik di kalangan pelaku UMKM masih menjadi tantangan dalam upaya pengurangan sampah. Meski kesadaran untuk mengurangi plastik sudah mulai tumbuh, praktik di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Faktor kepraktisan dan kebutuhan operasional masih menjadi alasan utama penggunaan plastik. Hal ini disampaikan oleh Dr. W. Linda Yuhanna, dosen biologi UNIPMA dalam dialog bersama Pro 2 RRI Madiun.
Menurut Linda, pelaku UMKM sebenarnya memahami dampak negatif plastik bagi lingkungan. Mereka juga menyadari bahwa harga plastik terus mengalami kenaikan. Namun, pilihan untuk tetap menggunakan plastik kerap dianggap lebih efisien dalam kegiatan usaha sehari-hari. Kondisi ini menimbulkan dilema antara kesadaran lingkungan dan kebutuhan ekonomi.
“Pelaku UMKM sebenarnya tahu bahwa plastik ini harus dikurangi, harganya juga semakin mahal. Tapi tidak bisa dipungkiri, penggunaan plastik masih dianggap paling praktis untuk menunjang usaha mereka,” ujarnya. Ia menilai bahwa aspek kepraktisan sering kali lebih dominan dibanding pertimbangan lingkungan.
Linda menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik seharusnya dapat menjadi momentum untuk mengurangi penggunaannya. Namun, dalam praktiknya, sebagian pelaku usaha justru memilih menaikkan harga produk agar tetap bisa menggunakan plastik. Hal ini menunjukkan adanya kontradiksi antara kesadaran dan tindakan. Faktor ekonomi masih menjadi pertimbangan utama.
“Kadang justru lebih memilih menaikkan harga sedikit agar tetap bisa menggunakan plastik. Ini yang menjadi kontradiktif, ketika alasan ekonomi dan kepraktisan membuat kita sulit beralih,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa perubahan perilaku membutuhkan dorongan yang lebih kuat.
Meski demikian, Linda melihat adanya peluang perubahan dari sisi konsumen. Kenaikan harga plastik dapat membuat masyarakat berpikir lebih bijak sebelum menggunakannya. Kebiasaan menggunakan plastik secara berulang juga dapat mulai diterapkan. Hal ini menjadi langkah kecil yang berdampak besar jika dilakukan secara konsisten.
Menurutnya, pengurangan penggunaan plastik tidak harus dilakukan secara drastis. Langkah sederhana seperti mengurangi frekuensi penggunaan sudah cukup membantu. Kesadaran kolektif antara pelaku usaha dan konsumen menjadi kunci utama. Dengan demikian, upaya pengurangan sampah plastik dapat berjalan lebih efektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....