Mengistiqomahkan Taqwa dengan Ulama dan Memperhatikan Nasihat Hukama
- 08 Apr 2026 08:12 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Upaya menjaga keistiqomahan dalam bertaqwa menjadi perhatian penting di tengah dinamika kehidupan modern. Hal tersebut disampaikan oleh Dra. Hj. Siti Komariyatiningsih, M.Pd.I dalam sebuah kajian keislaman yang mengangkat tema “Mengistiqomahkan Taqwa dengan Ulama dan Memperhatikan Nasihat Hukama.”
Dalam pemaparannya, Bunda Siti, sapaan akrabnya, menekankan bahwa taqwa bukan hanya sekadar konsep, melainkan harus diwujudkan dalam sikap hidup yang konsisten dan berkelanjutan. “Istiqomah dalam taqwa membutuhkan bimbingan dari ulama serta kebijaksanaan dari para hukama (orang-orang bijak), agar kita tidak mudah terombang-ambing oleh perubahan zaman,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa ulama memiliki peran sebagai pewaris ilmu para nabi yang membimbing umat dalam memahami ajaran agama secara benar. Sementara itu, nasihat hukama menjadi pelengkap dalam membentuk kebijaksanaan hidup sehari-hari, terutama dalam menghadapi persoalan sosial dan moral.
Dalam kajian tersebut, beliau juga mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali Imran: 102)
Ayat ini, menurut beliau, menegaskan pentingnya menjaga kualitas taqwa secara terus-menerus hingga akhir hayat. Istiqomah menjadi kunci agar keimanan tidak hanya kuat di awal, tetapi juga terjaga hingga akhir kehidupan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pesan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits: “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya, serta bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.”
(HR. Tirmidzi)
Hadits tersebut memberikan panduan praktis dalam menjaga taqwa, yaitu dengan konsistensi, memperbaiki kesalahan, dan menjaga hubungan sosial dengan akhlak mulia. Lebih lanjut, Dra. Hj. Siti Komariyatiningsih menekankan bahwa di era digital saat ini, tantangan dalam menjaga taqwa semakin kompleks. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk lebih selektif dalam menerima informasi dan tetap merujuk kepada ulama yang memiliki kredibilitas keilmuan.
“Jangan hanya mengikuti apa yang viral, tetapi ikutilah apa yang benar. Dekatlah dengan ulama dan dengarkan nasihat orang-orang bijak, karena di situlah letak keselamatan,” pesannya. Kajian ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus memperbaiki diri, menjaga keistiqomahan dalam beribadah, serta menjadikan ulama dan hukama sebagai rujukan dalam menjalani kehidupan yang diridhai Allah SWT.
Dengan demikian, mengistiqomahkan taqwa bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang mendukung, bimbingan yang tepat, serta kesungguhan hati dalam mengamalkan ajaran Islam secara menyeluruh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....