Remaja Tangguh Berbekal Life Skill: Bentengi Diri dari Ancaman Narkoba
- 01 Apr 2026 11:34 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja kian mengkhawatirkan, terutama dengan maraknya pengaruh negatif dari lingkungan pergaulan dan media sosial. Untuk menghadapi tantangan ini, penguatan life skill atau keterampilan hidup menjadi salah satu kunci penting dalam membentuk remaja yang tangguh dan berdaya.
Hal tersebut disampaika Saraswati Eva Yuswikarini, M.Psi., Psikolog, yang merupakan Psikolog BNN Nganjuk, dalam sebuah kegiatan edukasi yang mengangkat tema “Remaja Tangguh Berbekal Life Skill Bentengi Diri dari Ancaman Narkoba” di programa 1 RRI Madiun, Rabu (1/4/20256).
Menurutnya, life skill bukan sekadar kemampuan akademik, tetapi mencakup keterampilan emosional, sosial, dan pengambilan keputusan yang bijak. Remaja yang memiliki life skill yang baik cenderung lebih mampu menolak ajakan negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.
“Remaja perlu dibekali kemampuan mengenali diri, mengelola emosi, serta berani mengatakan tidak terhadap tekanan dari lingkungan. Ini yang menjadi benteng utama agar mereka tidak mudah terjerumus,” jelas Saraswati.
Ia menambahkan, fase remaja merupakan masa pencarian jati diri yang membuat individu rentan terhadap pengaruh luar. Tanpa bekal keterampilan hidup yang memadai, remaja lebih mudah terhasut oleh ajakan teman sebaya maupun konten negatif di media sosial.
Media sosial sendiri, lanjutnya, memiliki dua sisi yang berbeda. Di satu sisi dapat menjadi sarana edukasi, namun di sisi lain juga berpotensi menjadi pintu masuk penyebaran informasi yang menyesatkan terkait narkoba.
“Banyak konten yang secara tidak langsung menormalisasi penggunaan narkoba. Ini sangat berbahaya jika tidak disaring dengan kemampuan berpikir kritis,” ungkapnya.
Selain peran individu remaja, pendekatan orang tua juga menjadi faktor krusial dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Saraswati menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan penuh empati antara orang tua dan anak.
“Orang tua perlu hadir sebagai pendengar yang baik, bukan hanya sebagai pemberi aturan. Ketika anak merasa aman untuk bercerita, maka potensi mereka terjerumus akan jauh lebih kecil,” katanya.
Ia juga menyarankan agar orang tua lebih aktif memahami dunia anak, termasuk aktivitas mereka di media sosial. Pengawasan yang dilakukan bukan dalam bentuk kontrol ketat, melainkan pendampingan yang membangun kepercayaan.
Pendekatan yang hangat, konsisten, dan tidak menghakimi dinilai efektif dalam membangun ketahanan mental remaja. Dengan demikian, anak tidak mencari pelarian ke hal-hal negatif seperti narkoba.
Lebih lanjut, Saraswati menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat dalam membentuk generasi muda yang kuat dan bebas dari narkoba.
“Pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus terlibat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja secara sehat,” tegasnya.
Dengan penguatan life skill serta peran aktif orang tua dan lingkungan, diharapkan remaja dapat menjadi generasi tangguh yang mampu melindungi diri dari berbagai ancaman, termasuk bahaya narkoba di era digital saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....