Fairysyauqi (Icel) Chelsea: Cantik Kreatif dan Visionernya ‘Muse‘
- 28 Mar 2026 10:31 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Sosok muda satu ini membuktikan bahwa tampil menarik saja tidak cukup di era digital. Fairysyauqi Chelsea Haryanto, yang akrab disapa Icel, hadir sebagai muse sekaligus creative talent yang menggabungkan penampilan, kreativitas, dan strategi dalam satu paket.
Perempuan asal Madiun ini kini tengah menempuh pendidikan di Politeknik Negeri Madiun jurusan Digital Marketing, sebuah pilihan yang selaras dengan kariernya di dunia kreatif.
"Sebenarnya sih awal-awal cuma hobi aja, karena cewek pastinya suka foto, suka di-makeupin,” ujar Icel saat siaran obrolan Sore Ceria PRO 2 Madiun, kemarin.
Dari sekadar hobi, Icel perlahan menemukan jalannya. Ia mulai dikenal sejak masa SMK, ketika kerap menjadi model untuk kebutuhan praktik jurusan kecantikan dan busana.
Unggahan di media sosial kemudian membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Ia pun memutuskan fokus pada bidang muse, yang menurutnya memiliki perbedaan signifikan dibanding modeling pada umumnya.
“Muse itu lebih ke makeup-nya, kita jadi kanvasnya MUA buat dimakeupin,” jelasnya.
Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Icel melihat peluang besar di industri kecantikan, terutama karena kebutuhan akan konten dan portofolio makeup terus berkembang.
"Menurut aku lebih sering ke makeup, karena hampir setiap bulan pasti ada kebutuhan portofolio,” katanya.
Tak hanya mengandalkan peluang, Icel juga membekali diri dengan pemahaman digital marketing. Baginya, dunia digital dan kreativitas adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.
“Aku ngerasa dunia digitalisasi itu enggak mungkin putus, apalagi sesuai banget sama bidang aku,” tegasnya.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, Icel menilai bahwa kunci utama untuk bertahan bukan hanya soal penampilan, melainkan konsistensi dan karakter. Meski terlihat menikmati pekerjaannya, Icel tidak menampik adanya tantangan, terutama dalam menjaga profesionalitas di setiap kondisi. Namun, ia tetap menjalani semuanya dengan penuh kesadaran dan rasa suka.
"Semua orang bisa hoki, tapi kalau konsisten kita pasti dapat. Kalau kita punya karakter, mau digantiin sama orang itu agak susah. Yang paling capek itu justru jaga mood, bukan fisiknya,” ungkapnya.
Di balik kesibukannya, Icel tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Ia menyadari pentingnya keseimbangan antara karier dan masa depan.
“Prioritas aku tetap kuliah, modeling ini lebih ke bonus,” katanya.
Dengan kombinasi antara kreativitas, konsistensi, dan pemahaman digital, Icel menjadi representasi generasi muda yang tidak hanya “terlihat”, tetapi juga “berisi” di tengah derasnya arus industri kreatif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....