Hubungan Parasosial di Era Media Sosial: ketika Idola Terasa Seperti Teman

  • 16 Mar 2026 11:13 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Di era digital yang semakin berkembang, hubungan manusia sudah tidak lagiterbatas pada interaksi tatap muka. Media sosial, platform streaming, hingga berbagai bentuk konten digital membuat kita dapat mengikuti kehidupan berbagai orang termasuk idola, selebritas, maupun public figure secara intens dan berkelanjutan. Kita bisa mengetahui aktivitas harian mereka, mendengar cerita personal, hingga menyaksikan siaran langsung yang terasa begitu dekat dan personal. Fenomena ini kemudian melahirkan bentuk hubungan unik yang disebut hubungan parasosial, yaitu keterikatan emosional yang dirasakan individu terhadap figur publik meskipun hubungan tersebut bersifat satu arah. Tidak sedikit orang yang merasa idolanya seperti teman, sahabat, bahkan hingga sosok yang sangat berarti dikehidupannya. Fenomena ini menjadi menarik untuk dibahas karena semakin umum terjadi, khususnya pada remaja hingga dewasa awal di tengah derasnya arus media digital.

Robik Anwar Dani, M.Psi., Psikolog, mengatakan hubungan parasosial merupakan hubungan satu arah di mana individu merasakan kedekatan

emosional dengan figur publik, sementara figur tersebut tidak mengenal individu tersebut secara personal. "Dalam hubungan ini seseorang dapat merasa akrab, memahami kepribadian idolanya, bahkan hingga merasa terhubung secara emosional. Kedekatan tersebut muncul karena paparan yang berulang dan konsisten terhadap konten figur publik tersebut," katanya, Senin, 16 Maret 2026. Secara psikologis, manusia memiliki kebutuhan dasar untuk terhubung dengan orang lain. Otak kita dirancang untuk Konten-konten seperti daily vlog, siaran langsung, atau cerita personal yang dibagikan melalui media sosial dapat menciptakan ilusi kedekatan dan keintiman. Paparan berulang ini memunculkan rasa familiar yang secara emosional terasa seperti hubungan nyata. Padahal, interaksi tersebut tidak berlangsung secara timbal balik atau hanya bersfat satu arah.

Robik mengungkapkan, individu cenderung mencari figur yang dapat dijadikan role model atau sumber inspirasi. Idol atau public figurre seringkali menjadi representasi nilai, gaya hidup, atau pencapaian yang diinginkan. "Hubungan parasosial juga dapat menjadi bentuk pemenuhan kebutuhan emosional, seperti kebutuhan akan attachment, rasa diterima, atau rasa ditemani," ungkapnya. Hubungan parasosial tidak selalu berdampak negatif. Secara positif, hubungan ini dapat memberikan hiburan, motivasi, rasa semangat, hingga meningkatkan kesejahteraan emosional seseorang. Banyak individu yang merasa terdorong untuk berkembang karena terinspirasi oleh

idolanya. Namun ada juga dampak negatif yang muncul apabila keterikatan tersebut menjadi berlebihan. Individu dapat mengalami kecemburuan yang intens ketika idola menjalin hubungan romantis, merasa memiliki figur tersebut secara personal, atau mengabaikan relasi sosial di kehidupan nyata. Dalam kondisi ekstrem, ketergantungan emosional terhadap figur publik dapat memengaruhi stabilitas emosi dan kesejahteraan psikologis.

Menjadi penggemar adalah hal yang wajar dan dapat menjadi bagian dari hiburan maupun identitas sosial. Keterlibatan yang sehat dapat dilihat dengan kesadaran bahwa hubungan tersebut bersifat satu arah, tetap memprioritaskan relasi sosial nyata, serta mampu menerima bahwa figur publik memilik kehidupan peibadi yang terpisah. Sebaliknya, kondisi perlu diwaspadai apabila individu mengalami distress nyata, di mana menunjukkan ketergantungan emosional yang berlebihan, atau menjadikan figur publik sebagai satu-satunya sumber pemenuhan kebutuhan emosional. Robik menuturkan, untuk menjaga hubungan parasosial perlu melakukan beberapa langkah.

"Menyadari bahwa hubungan tersebut bersifat satu arah, kemudian tetap memprioritaskan relasi sosial nyata. Nah, kita juga harus sadar bahwa fandom atau komunitas adalah wadah untuk untuk ruang berkembang dan memotivasi hal yang positif. Sehingga, ketika muncul hal yang berlebihan kita bisa refleksi dan membatasi diri," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....