Bersihkan Diri menuju Fitri: Seimbangkan Kesucian Jasmani dan Rohani
- 16 Mar 2026 05:12 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Menjelang datangnya hari kemenangan, umat Islam diajak untuk melakukan proses pembersihan diri agar dapat kembali kepada fitrah.
Proses ini tidak hanya berkaitan dengan penampilan fisik, tetapi juga menyangkut kebersihan hati dan jiwa. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag yang menekankan bahwa makna “fitri” adalah kembali kepada keadaan suci sebagaimana manusia dilahirkan.
Menurut beliau, konsep penyucian diri ini memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Asy-Syams ayat 9–10 yang berbunyi: “Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.” Ayat tersebut menegaskan bahwa keberuntungan sejati terletak pada kemampuan manusia membersihkan diri dari berbagai bentuk kotoran lahir maupun batin.
Pembersihan jasmani merupakan langkah awal yang mudah terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran Islam, kebersihan fisik merupakan bagian dari ibadah dan wujud syukur atas nikmat tubuh yang diberikan oleh Allah.
Prof. Evi menjelaskan bahwa membersihkan diri secara jasmani dapat dilakukan melalui beberapa cara, antara lain:
- Menjaga kebersihan tubuh dengan mandi, berwudu, serta merawat kebersihan pakaian dan lingkungan.
- Mengonsumsi makanan yang halal dan baik, sehingga tubuh tetap sehat dan terhindar dari hal-hal yang merusak.
- Menjaga kesehatan fisik dengan pola hidup seimbang, istirahat yang cukup, serta aktivitas yang bermanfaat.
Menurutnya, kebersihan jasmani tidak hanya berdampak pada kesehatan tubuh, tetapi juga membantu seseorang lebih khusyuk dalam beribadah.
Selain kebersihan fisik, pembersihan rohani memiliki peran yang lebih mendalam dalam membentuk pribadi yang bertakwa. Pembersihan ini berkaitan dengan upaya menghilangkan sifat-sifat buruk dalam hati seperti iri, dengki, sombong, dan kebencian.
“Membersihkan hati adalah proses yang membutuhkan kesadaran dan latihan spiritual secara terus-menerus,” jelas Prof. Evi, Senin, 16 Maret 2026.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membersihkan diri secara rohani antara lain:
- Memperbanyak istighfar dan taubat, memohon ampun kepada Allah atas kesalahan yang telah dilakukan.
- Meningkatkan ibadah, seperti salat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.
- Memperbaiki hubungan dengan sesama, dengan saling memaafkan dan mempererat silaturahmi.
- Melatih keikhlasan dan kesabaran, agar hati menjadi lebih tenang dan bersih dari penyakit hati.
Prof. Evi menegaskan bahwa proses membersihkan diri adalah perjalanan spiritual yang berkelanjutan. Tujuan akhirnya adalah membentuk manusia yang tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga memiliki hati yang jernih dan perilaku yang baik.
“Ketika jasmani dan rohani sama-sama dibersihkan, manusia akan lebih mudah merasakan kedamaian dan kedekatan dengan Allah. Inilah makna sejati kembali kepada fitrah,” ujarnya.
Dengan demikian, momentum menuju hari kemenangan menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk melakukan refleksi diri. Membersihkan diri bukan sekadar ritual, melainkan usaha menyeluruh untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sebagaimana pesan Al-Qur’an bahwa keberuntungan akan diraih oleh mereka yang mampu menyucikan jiwanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....