Ibadah Ramadhan sebagai Ajang Pensucian Diri
- 14 Mar 2026 17:09 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Ramadhan merupakan bulan yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah, bulan suci ini juga menjadi momentum penting bagi setiap Muslim untuk melakukan introspeksi diri serta membersihkan hati dari berbagai dosa dan kesalahan.
Ustazah Dra. Hj. Siti Komariyatiningsih, M.Pd.I menyampaikan bahwa ibadah di bulan Ramadhan bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi lebih dari itu merupakan proses pensucian diri secara lahir dan batin.
“Puasa Ramadhan merupakan sarana bagi umat Islam untuk membersihkan jiwa, memperbaiki akhlak, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik,” ujarnya, Sabtu, 14 Maret 2026.
Menurutnya, tujuan utama puasa sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an adalah membentuk manusia yang bertakwa. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183:
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Ayat tersebut menegaskan bahwa puasa memiliki tujuan besar, yakni membentuk ketakwaan dalam diri setiap Muslim. Ketakwaan itu tercermin dalam sikap menjaga diri dari perbuatan dosa, meningkatkan amal kebaikan, serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
Lebih lanjut, Ustazah Siti Komariyatiningsih menjelaskan bahwa Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk melatih kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri. Dengan menahan hawa nafsu sepanjang hari, seseorang belajar untuk mengendalikan emosi serta memperbaiki perilaku.
Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW:
"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari)
| Baca juga: Wasiat Rasulullah Menyambut Bulan Ramadhan |
Hadis tersebut mengingatkan bahwa esensi puasa tidak hanya terletak pada menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari ucapan dan perbuatan yang tidak baik.
Selain puasa, berbagai ibadah lain seperti shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta memperbanyak doa juga menjadi bagian dari proses penyucian diri selama bulan Ramadhan. Aktivitas ibadah tersebut diyakini mampu membersihkan hati dan memperkuat keimanan.
Ustazah Siti Komariyatiningsih juga mengajak umat Islam untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebaik mungkin, karena tidak ada jaminan seseorang akan bertemu kembali dengan Ramadhan di tahun berikutnya.
“Ramadhan adalah kesempatan emas untuk memperbaiki diri. Maka jangan sampai bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka ini berlalu tanpa kita mengambil hikmah dan keberkahan di dalamnya,” tuturnya.
Ia berharap melalui ibadah yang dilakukan secara sungguh-sungguh selama Ramadhan, umat Islam dapat kembali kepada fitrah yang suci serta membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi sarana transformasi spiritual yang mampu membentuk pribadi yang lebih bertakwa, sabar, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....