Anak Sering Mengeraskan Volume TV? Orang Tua Perlu Perhatikan Kondisi Pendengaran
- 08 Mar 2026 15:41 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Kebiasaan anak mengeraskan volume televisi, radio, atau gadget sering dianggap hal biasa. Namun kondisi tersebut tetap perlu diperhatikan oleh orang tua, karena dapat menjadi salah satu hal yang berkaitan dengan kondisi pendengaran anak.
Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan – Kepala dan Leher (THT-KL), dr. Sri Hening Rahayu Triwardani menjelaskan, secara normal manusia dapat mendengar percakapan sehari-hari dengan intensitas suara yang relatif rendah.
“Normalnya kita mendengarkan komunikasi sehari-hari pada frekuensi sekitar 250 hingga 2000 Hertz dengan intensitas sekitar 0 sampai 25 desibel,” jelas dr. Hening, Senin 2 Maret 2026.
Dengan kemampuan pendengaran yang normal, seseorang umumnya dapat mendengar suara televisi atau radio pada tingkat volume yang tidak jauh berbeda dengan orang lain di sekitarnya. Karena itu, orang tua dapat memperhatikan apabila anak sering mengatur volume televisi atau radio jauh lebih tinggi dibanding anggota keluarga lainnya.
“Orang tua perlu memperhatikan apabila anak sering mendengarkan televisi atau radio dengan volume besar. Bukan berarti anak pasti mengalami gangguan pendengaran, tetapi kondisi tersebut bisa menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai,” ujarnya.
Selain kebiasaan menaikkan volume, orang tua juga dapat memperhatikan respons anak saat diajak berkomunikasi. Misalnya ketika anak tidak merespons saat dipanggil beberapa kali atau sering meminta lawan bicara mengulang perkataan.
Namun dr. Hening menegaskan, respons yang lambat tidak selalu berkaitan dengan gangguan pendengaran. Kondisi tersebut juga dapat dipengaruhi faktor lain, seperti kurangnya konsentrasi.
Dalam beberapa kasus, respons pendengaran yang berkurang juga dapat disebabkan oleh hal yang relatif sederhana, seperti penumpukan kotoran telinga yang menghambat masuknya suara.
“Bisa saja hanya karena kotoran telinga yang menyumbat sehingga suara yang masuk menjadi terganggu. Bisa juga karena infeksi pada telinga tengah,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi seperti penumpukan kotoran telinga maupun infeksi telinga umumnya masih dapat ditangani dengan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Karena itu, apabila orang tua menemukan tanda-tanda tersebut pada anak, langkah yang disarankan adalah memeriksakan kondisi telinga ke tenaga medis agar penyebabnya dapat diketahui secara lebih pasti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....