Ramadan Sarana Membersihkan Diri dan Mempererat Ukhuwah
- 03 Mar 2026 17:06 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Masjid-masjid dipenuhi jamaah, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar selepas salat, dan tradisi berbagi semakin semarak. Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai momentum membersihkan diri serta mempererat ukhuwah Islamiyah.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz H. Drs. Slamet Riyadi dalam wawancara khusus bersama redaksi, Senin, 3 Maret 2026. Menurut Ustaz Slamet, Ramadan merupakan bulan pendidikan ruhani yang mengajarkan pengendalian diri dan kepedulian sosial. Ustaz Slamet menjelaskan bahwa esensi puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, melainkan menahan hawa nafsu serta memperbaiki akhlak.
“Ramadhan adalah sarana tazkiyatun nafs, pembersihan jiwa. Kita dilatih untuk lebih sabar, jujur, dan ikhlas. Jika setelah Ramadan akhlak kita tidak berubah menjadi lebih baik, berarti ada yang perlu kita evaluasi,” ujarnya. Ia menambahkan, ibadah-ibadah sunnah seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan sedekah menjadi pelengkap yang memperkuat kualitas spiritual seorang Muslim. Melalui rangkaian ibadah tersebut, umat Islam diharapkan mampu meningkatkan ketakwaan sebagaimana tujuan utama puasa.
Selain sebagai sarana introspeksi diri, Ramadan juga menjadi momentum mempererat persaudaraan. Tradisi berbuka puasa bersama, berbagi takjil, hingga kegiatan sosial memperlihatkan kuatnya nilai kebersamaan dalam Islam. Menurut Ustaz Slamet, kebersamaan di bulan Ramadhan menghadirkan suasana yang berbeda dibanding bulan-bulan lainnya. “Ramadan menyatukan berbagai kalangan. Yang mampu membantu yang kurang mampu, yang muda menghormati yang tua. Inilah indahnya ukhuwah Islamiyah yang perlu terus dijaga, tidak hanya saat Ramadan,” katanya
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari perpecahan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Ramadan harus menjadi momentum memperbaiki hubungan yang renggang dan memperkuat silaturahmi. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, Ustaz Slamet mengingatkan agar umat Islam tetap fokus pada nilai-nilai spiritual Ramadhan. Ia menilai distraksi media sosial kerap mengurangi kekhusyukan ibadah.
“Gunakan teknologi secara bijak. Manfaatkan untuk hal-hal positif seperti kajian daring dan berbagi kebaikan, bukan untuk hal yang melalaikan,” pesannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....