Tujuh Fenomena Awan yang Sering disebut "Pertanda" Bencana

  • 02 Mar 2026 08:35 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Fenomena kemunculan awan berbentuk unik atau perubahan warna langit yang Aneh kerap memicu pertanyaan warga karena sering dikaitkan dengan pertanda bencana alam. Bahkan banyak bermunculan di Media sosial unggahan foto dan video yang memperlihatkan penampakan awan berbentuk aneh, mulai dari awan yang tegak lurus seperti kolom, hingga langit yang berubah warna menjadi merah membara. Unggahan tersebut biasanya dibarengi dengan narasi.

Ada beberapa bentuk awan atau Fenomena langit yang biasanya "dituduh" sebagai Pertanda akan datangnya sebuah Bencana alam, meski belum ada Penelitian yang secara resmi menyebutkan hal tersebut. Mengutip artikel Georitmus, Berikut beberapa jenis Awan atau tanda dari langit dengan kemungkinan datangnya Bencana alam,

Awan Arcus, Awan rendah berbentuk memanjang dan melengkung yang biasanya terbentuk di tepi depan awan badai besar Cumulonimbus. Contrail, Condensation Trail atau Jejak kondensasi mesin pesawat yang mengeluarkan uap air dan partikel kecil. Garis awan putih memanjang yang terbentuk di belakang pesawat terbang, uap langsung membeku menjadi kristal es di suhu udara yang sangat dingin, kristal es inilah yang terlihat sebagai garis putih di langit.

Awan Lentikular, Awan berbentuk lensa atau piring terbang yang biasanya muncul di daerah pegunungan. Terbentuk karena gelombang orografis. Meski terlihat diam, sebenarnya udara terus mengalir melewati awan itu. Pelangi Api, Fenomena optik atmosfer langka berbentuk pita warna-warni horizontal yang muncul di awan cirrus tinggi. Terjadi akibat pembiasan sinar matahari oleh kristal es heksagonal saat matahari berada di atas di cakrawala.

Halo Matahari atau Bulan, Fenomena cincin cahaya di sekitar Matahari/Bulan akibat kristal es pada awan tinggi seperti Cirrostratus. Langit Menyala Merah saat Senja/Pagi, Disebabkan hamburan Rayleigh dan partikel aerosol di atmosfer, terjadi ketika matahari berada di posisi rendah di ufuk. Fenomena ini menjelaskan banyak warna langit yang kita lihat sehari-hari.

Crepuscular Rays, Sering disebut “sinar Tuhan”/ God rayssecara populer Terjadi ketika cahaya Matahari terhalang sebagian oleh awan, pegunungan, atau objek besar dan bayangan menjadi terlihat karena hamburan cahaya oleh partikel atmosfer.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....