Menggalakkan Gerakan Indonesia Asri di Bulan Suci Ramadhan

  • 28 Feb 2026 11:59 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Bulan Suci Ramadhan menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat Indonesia. Nilai kesucian, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama dinilai selaras dengan semangat pelestarian lingkungan. Dalam konteks tersebut, Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) kembali digaungkan sebagai bagian dari upaya kolektif membangun budaya peduli lingkungan. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam peluncuran Gerakan Indonesia ASRI menegaskan bahwa gerakan ini merupakan gerakan nasional untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, tertib, dan tertata. “Gerakan Indonesia ASRI adalah gerakan nasional yang melibatkan seluruh elemen bangsa. Lingkungan yang bersih, tertib, dan tertata adalah fondasi bagi kesehatan masyarakat, kemajuan ekonomi, dan kualitas hidup generasi mendatang,” tegas Presiden.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Nurkholis, saat menjadi narasumber webinar ASN secara online beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa momentum Ramadhan harus dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah, terutama sampah plastik sekali pakai yang cenderung meningkat selama bulan puasa. Menurutnya, dampak timbulan sampah tidak bisa dianggap remeh. Data dan berbagai kejadian menunjukkan bahwa persoalan sampah telah menyebabkan 157 orang meninggal dunia akibat bencana yang dipicu pengelolaan sampah dan lingkungan yang buruk. “Banyak Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di berbagai daerah sudah dalam kondisi penuh. Jika tidak ada perubahan pola konsumsi dan pengelolaan, maka risiko bencana akan semakin besar,” ujar Nurkholis.

Nurkholis menjelaskan, timbunan sampah yang tidak tertangani dengan baik dapat memicu berbagai persoalan serius, di antaranya: Munculnya penyakit akibat pencemaran lingkungan, seperti infeksi saluran pernapasan dan penyakit berbasis air tercemar. Kematian hewan laut dan burung akibat menelan atau terjerat sampah plastik di lautan. Kebakaran di TPA akibat gas metana yang terakumulasi. Banjir dan tanah longsor karena saluran air tersumbat sampah. Kerusakan rumah dan infrastruktur akibat bencana hidrometeorologi yang diperparah kondisi lingkungan. “Ini bukan hanya soal estetika, tapi soal keselamatan jiwa. Ketika saluran air tersumbat, banjir terjadi. Ketika lereng dipenuhi sampah dan vegetasi rusak, tanah longsor tak terhindarkan. Semua itu berdampak langsung pada masyarakat,” tegasnya.

Selama Ramadhan, aktivitas konsumsi masyarakat meningkat, terutama menjelang berbuka puasa dan sahur. Penggunaan kemasan plastik sekali pakai pun melonjak signifikan. Oleh karena itu, Gerakan Indonesia ASRI mendorong sejumlah langkah konkret, antara lain: Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Membiasakan membawa wadah dan kantong belanja ramah lingkungan. Memilah sampah dari sumbernya. Mengaktifkan kembali kerja bakti lingkungan dan bank sampah. Mengedukasi generasi muda tentang gaya hidup minim sampah. Nurkholis menambahkan bahwa Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk membangun disiplin dan kebiasaan baru.

“Puasa mengajarkan pengendalian diri. Prinsip ini juga bisa diterapkan dalam mengendalikan konsumsi berlebihan dan produksi sampah. Jika setiap keluarga memulai dari rumah, dampaknya akan luar biasa,” ujarnya. Gerakan Indonesia ASRI tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi gerakan bersama lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, hingga tokoh agama. Keterlibatan masjid dan pesantren selama Ramadhan dinilai strategis dalam menyampaikan pesan-pesan lingkungan kepada jamaah. Dengan semangat Ramadhan, Gerakan Indonesia ASRI diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi gerakan nyata yang mengubah perilaku masyarakat secara berkelanjutan. Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral kepada generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....