Meningkatkan Kepedulian Sosial di Bulan Ramadhan

  • 28 Feb 2026 11:45 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Ibadah puasa di bulan Ramadhan tidak hanya berdimensi spiritual semata. Lebih dari itu, puasa Ramadhan juga menjadi sarana efektif untuk membentuk ketakwaan sosial.

Konsep ketakwaan yang hakiki tidak berhenti pada hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhannya, namun juga berwujud dalam hubungan horizontal antar sesama manusia. Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih diri untuk menahan hawa nafsu.

Hawa nafsu ini dapat mendorong kita untuk melakukan perbuatan yang tidak terpuji, seperti berkata-kata kasar, menipu, dan membicarakan kejelekan orang lain.

Dalam pertemuan webinar online yang diselenggarakan oleh semestabangkom.com, Dra. Restu Novi Widiani, M.M, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mengatakan dengan berpuasa, kita belajar untuk mengendalikan hawa nafsu tersebut dan menggantinya dengan perilaku lebih baik.

"Kita belajar untuk lebih bersabar, menahan diri dari berkata kasar, dan menjaga lisan kita dari perkataan yang tidak baik," katanya beberapa awaktu lalu.

Restu mengunkgapkan bahwa puasa membantu manusia lebih berempati terhadap orang lain yang kurang beruntung. Ketika umat manusia merasakan lapar dan dahaga, mereka akan lebih memahami bagaimana rasanya hidup dalam kekurangan. "Dengan ini bisa mendorong manusia untuk lebih dermawan dan membantu orang lain yang membutuhkan," ungkapnya.

Dalam hadits Bukhari dan Muslim : "Rasulullah SAW adalah orang paling dermawan diantara manusia lainnya, dan ia semakin dermawan saat berada di bulan Ramadhan".

Restu menambahkan, Hikmah puasa di bulan ramadhan dalam perspektif sosial antara lain : melatih kita untuk lebih peka terhadap kebutuhan orang lain. Rasa lapar dan dahaga yang kita rasakan selama berpuasa dapat membangkitkanempati terhadap mereka yang kekurangan.

Hal ini mendorong kita untuk lebih dermawan dan membantu mereka yang membutuhkan, baik secara materi maupun non-materi. Kemudian, mendorong kita untuk menghindari perbuatan yang dapat merugikan orang lain. Berbohong, ghibah, dan perilaku negatif lainnya dapat membatalkan pahala puasa. Dengan menghindari perbuatan tersebut, kita menciptakan lingkungan yang lebih positif dan kondusif bagi semua orang.

Maka menjalankan ibadah ramadhan adalah menumbuh kembangkan kepedulian sosial yang tercermin dalam beberapa
point di bawah ini :
1. Menumbuhkan Empati dan Solidaritas : Rasa lapar dan haus saat puasa mengajarkan perihnya kehidupan kaum kekurangan, sehingga mendorong rasa empati, kedermawanan, dan solidaritas sosial yang lebih tinggi.

2. Optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS): Ramadhan identik dengan peningkatan aktivitas memberi, yang tidak hanya membersihkan harta dan jiwa tetapi juga membantu ekonomi masyarakat.

3. Mengikis Egoisme dan Individualisme : Puasa melatih menahan diri dari hawa nafsu pribadi untuk lebih peduli pada kondisi lingkungan sekitar.

Ramadhan mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati didapat dari memberi dan berbagi, menjadikan bulan suci ini waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan. Dan semoga ibadah ramadhan tahun 1447 hijriyah ini meningkatkan ketakwaan (la ' allakum tattaquun) dan menjadikan kepedulian sosial selalu tumbuh di setiap waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....