Dinkes Magetan Imbau Warga Pilih Takjil Aman lewat Panduan TAKJIL

  • 28 Feb 2026 10:01 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Keamanan pangan menjadi isu penting selama bulan Ramadan karena konsumsi makanan salah satunya takjil meningkat, banyak pedagang musiman bermunculan, serta risiko pencemaran pangan lebih tinggi apabila tidak dikelola secara higienis. Kondisi ini mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan memberikan panduan memilih takjil aman agar masyarakat terhindar dari risiko gangguan kesehatan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Magetan, Retnowati Hadirini, melalui Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Magetan, Ispandi, menyampaikan panduan memilih takjil aman melalui akronim T-A-K-J-I-L.

  • T: Tempat penjualan yang bersih, teratur, dan tidak berdekatan dengan sumber limbah;
  • A: Alat atau wadah pangan siap saji yang higienis dan terbuat dari bahan tara pangan (food grade);
  • K: Kondisi makanan yang dijual dalam keadaan higienis dan tertutup sehingga terhindar dari debu, serangga, asap kendaraan serta droplet;
  • J: Jam konsumsi maksimal empat jam sejak makanan matang hingga dikonsumsi;
  • I: Inspeksi terhadap bahan pangan, termasuk warna dan tekstur makanan; serta
  • L: Lihat penampilan penjual yang mengenakan pakaian bersih dan disarankan menggunakan celemek serta masker

Ispandi menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, peran tersebut tidak hanya berada pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran pedagang dan kehati-hatian konsumen dalam memilih pangan selama Ramadan.

"Agama mengajarkan kita untuk mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib, yaitu sehat dan aman untuk dikonsumsi. Karena itu, tips yang kami sampaikan diharapkan bisa menjadi pegangan bagi masyarakat, terutama saat berburu takjil selama Ramadan,” ujar Ispandi.

Selain mempublikasikan panduan TAKJIL, Dinkes Kabupaten Magetan juga melakukan pembinaan dan edukasi kepada pedagang makanan, serta pengawasan melalui pengambilan sampel takjil untuk diuji di laboratorium. Sampling dilakukan secara acak melalui puskesmas dengan pemeriksaan parameter tertentu guna memantau keamanan pangan yang beredar selama Ramadan. (UF)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....