PENTING! KAI Daop 7 Madiun Imbau Warga Hindari Rel saat Menunggu Waktu Berbuka

  • 27 Feb 2026 16:25 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - PT KAI Daop 7 Madiun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sepanjang jalur kereta api, terutama selama bulan suci Ramadhan.

Fenomena ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa di sekitar rel dinilai sangat membahayakan keselamatan jiwa masyarakat sekaligus berpotensi menimbulkan gangguan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari menyebut, kecenderungan masyarakat berkumpul di area jalur KA meningkat saat momen setelah sahur dan menjelang berbuka, terlebih pada masa libur sekolah di awal dan akhir bulan Ramadhan.

"Kami mengingatkan kembali bahwa jalur kereta api bukanlah tempat untuk beraktivitas selain kepentingan operasional perkeretaapian. Area tersebut merupakan zona bahaya yang harus steril dari kerumunan maupun kegiatan masyarakat," tegasnya, Kamis, 26 Februari 2026.

Tohari menekankan, larangan beraktivitas di jalur rel bukan sekadar imbauan, melainkan aturan hukum yang tertuang dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Berdasarkan Pasal 181 ayat (1), setiap orang dilarang: Berada di ruang manfaat jalur kereta api, Menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel, Menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain di luar angkutan KA.

Pelanggaran terhadap aturan ini membawa konsekuensi hukum yang serius. Sesuai Pasal 199 UU No. 23/2007, pelanggar dapat dikenakan sanksi pidana penjara maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp 15.000.000.

Sebagai bentuk pencegahan, KAI Daop 7 Madiun telah menginstruksikan personel keamanan untuk: Meningkatkan Patroli: Melakukan pengawasan rutin di titik-titik rawan yang sering dijadikan tempat berkumpul masyarakat; Mengedukasi warga sekitar jalur rel, sekolah-sekolah, dan komunitas mengenai risiko kecelakaan kereta api; Mengajak warga untuk segera melaporkan kepada petugas jika melihat aktivitas yang mencurigakan atau berbahaya di sekitar rel.

Tohari juga berharap, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa harus mengambil risiko di jalur kereta.

"Kami ingin menciptakan lingkungan perkeretaapian yang aman dan tertib, terutama menjelang masa angkutan Lebaran yang padat dengan frekuensi perjalanan KA yang bertambah. Mari jadikan keselamatan perjalanan kereta api sebagai prioritas utama dengan menaati aturan yang berlaku," kata Tohari, mengakhiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....