Beda Tipis Personal Branding dan Flexing di Media Sosial

  • 18 Feb 2026 13:36 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Media sosial kini menjadi sarana utama bagi masyarakat untuk membangun citra diri atau personal branding. Kegiatan ini memberi banyak manfaat, seperti memperluas jaringan relasi dan meningkatkan kepercayaan publik. Dengan menampilkan jati diri yang jelas dan konsisten, seseorang juga sedang membangun portofolio digital yang berguna bagi perkembangan karier.

"Personal branding itu adalah citra diri yang ada melekat pada diri kita, tapi kalau flexing itu cenderung ke atribut-atribut apa yang kita gunakan dalam bermedia sosial," jelas Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si. dalam dialog Jaga Malam bersama Pro2 RRI Madiun. Ia menegaskan bahwa tujuan utama personal branding adalah menunjukkan kualitas diri, bukan sekadar memamerkan barang mewah. Pemahaman ini penting agar konten yang dibagikan tetap berdampak positif dan terlihat profesional.

Membangun citra diri di media sosial juga dapat menjadi sarana promosi yang efektif untuk membuka peluang baru. Saat ini, banyak orang mencari informasi tentang seseorang melalui media sosial sebelum memutuskan untuk bekerja sama. Jika profil digital dikelola dengan baik dan bijak, kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya.

Namun, masyarakat perlu berhati-hati karena batas antara membangun citra diri dan pamer sering kali sangat tipis. Flexing biasanya lebih menonjolkan barang yang digunakan, seperti ponsel terbaru atau jam tangan mewah, demi mendapatkan pengakuan. "Harus berhati-hati ya, jangan sampai niatnya personal branding tapi malah flexing, itu juga harus diwaspadai," tambah Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si.

Kebiasaan memamerkan atribut, seperti mirror selfie untuk menunjukkan merek tertentu, dapat mengaburkan pesan profesional yang ingin disampaikan. Sebaiknya, fokus pada penyampaian nilai diri dan kemampuan yang nyata agar publik melihat kompetensi yang sebenarnya. Jati diri yang kuat dibangun melalui prestasi dan konsistensi, bukan dari barang yang sifatnya sementara.

Di era digital saat ini, masyarakat dituntut lebih cermat dalam memilih konten yang akan diunggah. Pastikan setiap postingan mendukung citra positif yang ingin dibangun tanpa terkesan mencari pujian materi. Dengan pemahaman yang tepat, media sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk meraih kesuksesan di dunia profesional maupun pergaulan modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....