Survei MKK KPI Pusat, KPID Jatim Tegaskan Kesiapan Mendukung

  • 12 Feb 2026 17:48 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID,Madiun- Koordinator Bidang Pengelolaan Kebijakan dan Sistem Penyiaran (PKSP) KPI Pusat, Muhammad Hasrul Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Kantor KPID Jawa Timur pada Kamis siang 12 Februari 2026. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan bahwa KPI Pusat tengah menyiapkan pelaksanaan survei Minat, Kepentingan, dan Kenyamanan (MKK) publik.

Menurut Hasrul, survei MKK dirancang untuk menghimpun data yang lebih menyeluruh mengenai kebutuhan dan preferensi masyarakat terhadap layanan penyiaran. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan penyiaran yang lebih tepat sasaran.

“Kami sedang mempersiapkan survei MKK agar KPI memiliki gambaran yang jelas mengenai minat dan kebutuhan masyarakat terhadap penyiaran,” ujar Hasrul.

Menanggapi rencana tersebut, Ketua KPID Jawa Timur, Royin Fauziana, menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan KPI Pusat, termasuk dalam mendukung pelaksanaan survei MKK di daerah. Ia menegaskan bahwa KPID Jawa Timur siap berkontribusi dalam berbagai program yang bertujuan memperkuat kualitas penyiaran.

“Kami siap berkolaborasi dengan KPI Pusat dalam rangka meningkatkan mutu penyiaran, khususnya di wilayah Jawa Timur,” kata Royin.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Bidang PKSP KPID Jawa Timur, Yunus Ali Ghafi, menyoroti pentingnya integrasi data lembaga penyiaran antara KPID Jawa Timur dan Sistem Manajemen Informasi Lembaga Direktori (SMILED) milik KPI Pusat. Menurutnya, sinkronisasi data tersebut akan mempermudah pengawasan, terutama terkait aspek perizinan lembaga penyiaran.

Yunus juga menyatakan bahwa pihaknya siap membantu lembaga penyiaran di Jawa Timur yang belum terdaftar dalam sistem SMILED agar segera melakukan pendaftaran. Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari penguatan tata kelola penyiaran yang lebih tertib dan transparan.

“Kami siap memfasilitasi lembaga penyiaran yang belum memiliki akun SMILED agar segera terdaftar demi mendukung pengelolaan penyiaran yang lebih baik,” pungkas Yunus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....